Breaking News:

Gubernur Buka Suara Soal Kabar Bahwa Korban Gempa Sulbar Wajib Bawa KTP dan KK Agar Dapat Bantuan

Gubernur Sulawesi Barat Ali Baal Masdar membantah informasi korban gempa di Mamuju dan Majene harus membawa kartu keluarga agar dapat bantuan sembako.

Tangkapan layar Youtube Linjamsos Oke
ILUSTRASI Pusat perbelanjaan Maleo Town Square, Mamuju yang rusak berat akibat gempa. 

TRIBUNPALU.COM - Beredar kabar bahwa korban gempa di Mamuju dan Majene harus membawa kartu keluarga agar mendapatkan bantuan sembako.

Bahkan di media sosial beredar korban gempa sampai menggali reruntuhan rumahnya demi mencari kartu keluarga.

Terkait dengan info tersebut, Gubernur Sulawesi Barat Ali Baal Masdar buka suara.

Menurut Ali Baal Masdar korban gempa tak harus membawa kartu keluarga untuk bisa dapat bantuan.

Hanya saja ada bantuan Pemerintah yang mengharuskan korban gempa membawa kartu keluarga dan KTP.

Baca juga: Warga Diduga Tertimbun Longsor Pascagempa di Majene, Pencarian Dihentikan karena Keluarga Meminta

Baca juga: Kondisi Terkini Bocah yang Terekam Tertimbun Reruntuhan Setinggi 3 M saat Gempa Sulbar

Hal tersebut lantas dikonfirmasi pada Gubernur Sulawesi Barat Ali Baal Masdar.

"Saya ingin mengklarifikasi informasi itu pak supaya kalau memang tidak benar bisa langsung ditepis,

apa benar Dinas Sosial Kabupaten Mamuju memwajibkan korban yang ingin mendapat bantuan sembako untuk perlihatkan kartu keluarga apakah itu betul pak ?" tanya Najwa Shihab.

Ali Baal Masdar membantah informasi tersebut.

"Oh tidak ada, memang untuk yang dikena semua dalam tempat tertentu itu memang disebarkan oleh Kemensos,

Halaman
1234
Editor: Lita Andari Susanti
Sumber: Tribun Bogor
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved