Breaking News:

Parigi Moutong

Politeknik akan Berdiri di Parimo, Samsurizal: Bukan Milik Saya, Tapi Milik Masyarakat Parimo

Politeknik Kelautan dan Perikanan Parigi Moutong rencananya akan berdiri di Desa Poli, Kecamatan Tinombo Selatan.

handover
Bupati Parigi Moutong (Parimo), Samsurizal Tombolotutu 

TRIBUNPALU.COM, PARIGI MOUTONG - Bupati Parigi Moutong (Parimo) Samsurizal Tombolotutu mengatakan Perguruan Tinggi Politeknik Kelautan dan Perikanan Parigi Moutong yang akan terbentuk secara permanen merupakan milik masyarakat.

Politeknik Kelautan dan Perikanan Parigi Moutong rencananya akan berdiri di Desa Poli, Kecamatan Tinombo Selatan.

"Politeknik ini bukan milik saya, tapi ini milik masyarakat Parigi Moutong," kata Samsurizal Tombolotutu usai melantik Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama dan Pejabat Administrator dilingkungan Pemerintah Daerah (Pemda) Parigi Moutong di Pantai Lolaro Tinombo, Rabu (10/2/2020).

Diduga Pakai Uang Suap, Ini Daftar Belanja Edhy Prabowo Saat di AS Totalnya Capai Rp 753,65 Juta

Libur Tahun Baru Imlek, ASN di Kota Palu Dilarang Keluar Daerah

Ini Fungsi Alat Donor Plasma Darah Pertama untuk Pasien Covid-19 di Sulteng

Politeknik Kelautan dan Perikanan yang akan dibangun oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan RI (KKP).

Nantinya akan dibagi perkuliahannya, yaitu D1 dan D2 di Mosing dan D3 dan D4 di Kampus Politeknik Poli.

Samsurizal Tombolotutu menjelaskan Taruna Taruni Politeknik Parigi Moutong yang lulus menempuh studi akan disalurkan atau dipekerjakan di dua Perusahaan tambak udang yang ada di Parigi Moutong.

Kedua perusahaan itu adalah tambak udang di Desa Sijoli, Kecamatan Moutong dan tambak udang di Desa Tomoli, Kecamatan Toribulu.

"Mereka setelah tamat langsung dipekerjakan di Sijoli dan Tomoli. Untuk D1 dan D2 gajinya 4 juta, sedangkan D3 dan D4 gajinya 8 juta. Cukup menggiurkan,"Ucap Samsurizal Tombolotutu.

Viral Petugas Berkaraoke saat Korban Banjir Minta Bantuan Beras, Dinsos Pekalongan: Butuh Refreshing

Fraksi PKS DPRD Palu: Penanganan Covid-19 Lebih Penting Daripada SKB 3 Menteri

Tips Ramuan Anti Corona Ala Sekdis Kesehatan Parimo: Telur Campur Madu Pagi-pagi

Lanjut ia, Taruna Taruni selama belajar di Politeknik akan tinggal di asrama dan makananya ditanggung oleh Kementerian KKP.

"Kalau ada anak kita silahkan sekolahkan di Politeknik KP Parigi Moutong nanti. Tidak dipungut biaya alias gratis, hanya 6 sampai 8 bulan saja,"Jelasnya.

Sambung Samsurizal Tombolotutu, bahwa Parigi Moutong diberikan jatah atau mempersiapkan alumni sebanyak 600 orang.

Jatah tersebut dibagi menjadi dua, yakni 300 orang di perusahaan tambak Tomoli dan 300 orang di perusahaan tambak udang Sijoli.

"Mudah mudahan ini berkembang terus, sehingga masyarakat dan anak anak kita bisa dapat lapangan kerja," jelasnya.(*)

Penulis: Muh Ruliansyah
Editor: Muh Ruliansyah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved