Breaking News:

Sulteng Hari Ini

Penjara di Sulteng Over Kapasitas, Ini Rencana Kemenkumham untuk Napi

Kantor Wilayah Kemenkumham Sulawesi Tengah, menyiasati over kapasitas tersebut dengan berbagai cara memaksimalkan program asimilasi.

TribunPalu.com/Lia_Abast
Kepala Kanwil Kemenkumham Sulteng, Lilik Sujandi 

Laporan Wartawan TribunPalu.com, Kristina Natalia

TRIBUNPALU.COM, PALU- Seluruh Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) dan Rumah Tahanan (Rutan) di Sulawesi Tengah over kapasitas.

Menurut data jumlah tahanan di Sulawesi Tengah mencapai kurang lebih 3.000 orang. 

Menyikapi hal itu, Kantor Wilayah Kementrian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) Sulawesi Tengah, menyiasati over kapasitas tersebut dengan berbagai cara.

Di antaranya yakni memaksimalkan program asimilasi.

Nilai Bermasalah, Mahasiswa Jangan Percaya Janji Manis Calo

VIDEO: Ket Kepala Bandara Mutiara Sis AlJufri, 18 Siswa IPDN Palu Gagal Terbang Karna Palsukan Suket

Masih Pandemi, Tidak Ada Perayaan Imlek di Palu

Program asimilasi merupakan proses pembinaan narapidana dari luar lapas dan rutan.

Program ini napi akan membaurkan ke masyarakat namun madih dalam pengawasan Balai Pemasyarakatan.

Kepala Kanwil Kemenkumham Sulteng, Lilik Sujandi mengatakan program asimilasi ini akan diberikan kepada kritesia napi.

"Meskipun mereka berada di luar, tetap dalam pengawasan dari Bapas. Tentunya program ini akan mengurangi jumlah orang yang ada di dalam," jelas Lilik Sujandi.

Kondisi Rutan Klas II A Palu, Lolu Selatan, Kecamatan Palu Selatan, Kota Palu, Sulawesi Tengah.
Kondisi Rutan Klas II A Palu, Lolu Selatan, Kecamatan Palu Selatan, Kota Palu, Sulawesi Tengah. (TribunPalu.com/Lia_Abast)

Selain itu, cara lainnya adalah menahan narapidana baru masuk ke dalam Lapas dan Rutan.

Halaman
12
Penulis: Kristina Natalia
Editor: Kristina Natalia
Sumber: Tribun Palu
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved