Breaking News:

Tuntutan Tak Dipenuhi, Usai Dialog Mahasiswa Untad akan Gelar Aksi

Mahasiswa yang tergabung dalam Gerakan Mahasiswa Untad (GMU) akan melakukan aksi setelah dialog dengan pihak kampus berakhir buntu.

Penulis: fandy ahmat | Editor: Muh Ruliansyah
TRIBUNPALU/FANDY
Gerakan Mahasiswa Untad (GMU) melakukan aksi di depan kampus 

Laporan Wartawan TribunPalu.com, Fandy Ahmat

TRIBUNPALU.COM, PALU - Mahasiswa yang tergabung dalam Gerakan Mahasiswa Untad (GMU) akan melakukan aksi setelah dialog dengan pihak kampus berakhir buntu.

Hal tersebut disampaikan Wakil Koordinator Lapangan (Wakorlap), Muh Thoriq usai berdialog dengan Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan Untad.

Mereka belum mendapatkan jalan keluar terkait nasib mahasiswa yang dicutikan paksa karena telat membayar UKT.

Baca juga: Wali Kota Baru Harus Petakan Zona Pembangunan Berkelanjutan

Baca juga: Kronologi Penculikan Bocah Terekam CCTV, Pelaku Panik karena Viral, Telepon Polisi sebagai Penolong

Baca juga: DPRD Usulkan Wali Kota Palu Terpilih ke Kemendagri Hari Ini

"Apa yang menjadi tuntutan kami belum ada titik terang dan capaian. Karena di sini tidak hanya masalah UKT, tetapi juga penyediaan kuota untuk pembelajaran daring," ucapnya, Minggu (21/2/2021).

Ia menjelaskan, pihak kampus tidak memberikan jawaban sesuai tuntutan mahasiswa.

"Dari dialog tadi pimpinan tidak bisa menjelaskan semua poin itu. Seperti untuk kuota internet, Warek III hanya mengarahkan kami ke Warek Bidang Umum dan Keuangan (Warek II)," ujar Thoriq.

Thoriq menyebutkan GMU akan terus melakukan aksi sampai kampus mengabulkan keinginan mahasiswa.

Sebelum itu, pihaknya akan mengumpulkan data jumlah mahasiswa yang belum membayar UKT.

"Langkah selanjutnya mau dilakukan aksi setelah kami mengantongi data dari BAKP soal kejelasan jumlah mahasiswa yang belum bayar UKT. Aksinya sendiri dalam bentuk artikel di media, kemudian nanti akan dievaluasi," pungkasnya.

Baca juga: Pembunuhan Wanita Tukang Kredit, Sebelumnya Hilang 1 tahun, Warga Temukan Rambut dan Tulang

Baca juga: Terancam Hukuman Kebiri, Pelaku Lecehkan 5 Anak Kandungnya, Ternyata Mantan Napi Kasus Narkoba

Baca juga: DPRD Palu Ingin Pemkot Libatkan Generasi Muda dalam Pembangunan Pascabencana

Diketahui, puluhan mahasiswa yang tergabung dalam GMU berunjuk rasa pada Kamis (18/2/2021).

Mereka menolak terkait kebijakan cuti paksa bagi mahasiswa karena telat membayar UKT.

Berdasarkan data Biro Akademik Kemahasiswaan dan Perencanaan (BAKP) Untad, terdapat 30.473 mahasiswa telah membayar UKT dari total 37.819 mahasiswa aktif.

Artinya, masih ada 7.346 mahasiswa yang belum membayar, dan terancam cuti. (*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved