Breaking News:

Parigi Moutong

Terkait Vaksinasi Covid-19, Sekda Parimo: Penyuntikan Dilakukan Dua Kali

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Parigi Moutong (Parimo) Zulfinasran SSTP MAP mengatakan, penyuntikan vaksinasi kepada seseorang dilakukan dua kali

Penulis: fandy ahmat | Editor: Muh Ruliansyah
handover
Zulfinasran 

TRIBUNPALU.COM, PARIGI MOUTONG - Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Parigi Moutong (Parimo) Zulfinasran SSTP MAP mengatakan, penyuntikan vaksinasi kepada seseorang dilakukan dua kali.

Penyuntikan pertama untuk memperkenalkan diri kepada virus yang ada.

Lalu 14 hari kemudian disuntikan lagi antivirusnya.

"Penyuntikan vaksin Covid-19 dilakukan dua kali. Vaksin pertama untuk memperkenalkan diri kepada virus yang ada, dan 14 hari kemudian penyuntikan vaksin antivirusnya," kata Zulfinasran baru baru ini.

Baca juga: RS Anutapura Siapkan Rapid Antigen untuk Undangan Pelantikan Hadianto-Reny, Ini Jadwal dan Lokasinya

Baca juga: Plasma Konvalesen Jadi Alternatif Penanganan COVID-19, Simak Syarat Jadi Pendonor dan Cara Daftar

Baca juga: Prakiraan Dini Cuaca Selasa 23 Februari 2021:18 Wilayah Indonesia Potensi Alami Cuaca Ekstrem

Zulfinasran mengibaratkan, penyuntikan vaksinasi Covid-19 seperti sebuah strategi perang, di mana pada suntikan pertama masih melihat berapa kekuatan musuh.

Setelah itu melaporkan kepada komandan pasukan perang bahwa musuh seperti ini dan itu.

Kedua, mendapat laporan seperti itu, maka ditambahkan amunisi untuk menghadapi lawan yang ada.

"Istilahnya sama dengan perang. Suntikan pertama itu masih melihat berapa kekuatan musuh. Jadi yang melihat lapor ke komandan bahwa virus seperti ini dan itu. Kemudian disuntikan lagi untuk tambahan amunisi di tubuh. Itu sebabnya 14 hari kemudian kita disuntik kembali untuk vaksin yang kedua," jelasnya.

Selanjutnya Zulfinasran banyak menerima laporan bahwa masih ada tenaga kesehatan yang tidak mau di vaksinasi.

Baca juga: Data WNI Positif Covid-19 di Luar Negeri, 22 Februari 2021: Kasus Baru di Kuwait dan Taiwan

Baca juga: Pemerintah Sulteng Terima Arahan Vaksinasi Covid-19 Tahap Dua, Ini Waktu Pelaksanaanya

Baca juga: Capres Cawapres Militer-Sipil Lebih Disukai Berdasarkan Survei, Prabowo dan Anies Masih Terdepan

"Ada laporan ke saya, masih ada beberapa tenaga kesehatan yang tidak mau di vaksin. Ini sesuatu yang keliru. Mestinya memberikan contoh ke masyarakat," tegasnya.

Zulfinasran berharap, masyarakat dan seluruh stakeholder mendukung seluruh program pemerintah khususnya memutus mata rantai penyebaran Covid- 19.

"Kami berharap terhadap beberapa program Pemerintah bisa didukung terutama yang kita hadapi saat ini yaitu masalah Pandemi Covid- 19. Mari kita patuhi Protokol kesehatan demi keselamatan kita bersama," himbaunya.(*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved