Breaking News:

Selamat Datang Wali Kota Baru

Harapan Nelayan Teluk Palu untuk Pasangan Hadianto-Reny Setelah Dilantik: Perhatikan Nasib Kami Pak

Jelang pelantikan serentak, Ristun, seorang nelayan di kawasan Pantai Kampung Nelayan menyampaikan harapannya.

TRIBUNPALU.COM/NUR SALEHA
Ristun (37), nelayan di Kawasan Kampung Nelayan Pantai Talise ketika sedang memperbaiki perahunya, Selasa (23/2/2021). 

Laporan Wartawan TribunPalu.com, Nur Saleha

TRIBUNPALU.COM, PALU - Pasangan Hadianto-Reny resmi ditetapkan sebagai Wali Kota dan Wakil Wali Kota Palu periode 201-2026.

Jelang pelantikan serentak, Ristun, seorang nelayan di kawasan Pantai Kampung Nelayan menyampaikan harapannya.

Ristun berharap Wali Kota dan Wakil Wali Kota Palu terpilih lebih memperhatikan nasib nelayan di Teluk Palu.

"Kalau sudah resmi jadi Wali Kota, liat-liat juga torang ini kasian, jangan cuma nanti urusan kota saja diurus, tapi masyarakat seperti saya ini tidak diurus," ungkap Ristun (37) saat ditemui, Selasa (23/2/2021) siang.

Warga asal Kelurahan Tondo, Kecamatan Mantikulore ini, telah menjadi nelayan selama kurang lebih enam tahun.

Dirinya berharap dari Wali Kota dan Wakil Wali Kota dapat meringankan beban nelayan, seperti memberikan bantuan alat pukat tangkap ikan dan lainnya.

PT Telkom Buka Lowongan Kerja untuk 6 Posisi, Berikut Syarat dan Cara Daftarnya

Tak Terima Nissa Sabyan Disebut Pelakor, Sahabat: Dia Punya Pacar Waktu Itu Masih Kuliah

Iseng Pelorotkan Celana Teman saat Hajatan, Pria Ini Tewas Ditikam Pakai Kuduk

SBY Dituding Telah Membuat Demokrat Jadi Partai Keluarga, Dimulai Sejak Tahun 2013

"Harapanku wali kota lebih perhatikan kami nelayan di sini, kami di sini di kampung nelayan kurang dapat bantuan," kata Ristun

Kawasan Pantai Kampung Nelayan berada di Kelurahan Talise, Kecamatan Mantikulore, Kota Palu, Sulawesi Tengah.

Lokasi ini memiliki jarak tempuh 6,9 km atau waktu sekitar 20 menit dari Bandar Udara Mutiara Sis Al Jufri Palu.

Sedangkan Pantai Kampung Nelayan berjarak sekitar 3 km dari pusat Kota Palu, waktu tempuh antara 10-15 menit.

"Pak Hadi jarang datang ke sini, dia biasa di Taweli sana sama Kampung Lere kata. Kalau di sini kurang dia datang." Tuturnya

Lanjut dia mengatakan, setelah pascabencana 2018 silam, sepanjang pinggiran pantai di Kota Palu rusak diterjang tsunami.

Pembangunan tanggul laut pun dibuat sepanjang pantai, hingga kini belum terselesaikan, membuat nelayan kesulitan memarkir perahunya.

"Kami ini hidup dari hasil di laut, itu saja hasil dari melaut kalau ada lebihnya saja di jual, kalau cuma sedikit sekali paling cuma dimakan orang-orang dalam rumah saja." Tutup Ristun (*)

Penulis: Nur Saleha
Editor: Haqir Muhakir
Sumber: Tribun Palu
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved