Breaking News:

Parigi Moutong

Ketua DPRD Parimo Himbau Seluruh Stakeholder Pikirkan Masalah Pertambangan Emas Tanpa Izin

Ketua DPRD Parimo Sayutin Budianto himbau seluruh Stakeholder untuk memikirkan kegiatan Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di Parimo.

Penulis: Nur Saleha | Editor: Muh Ruliansyah
handover/facebook
etua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Parigi Moutong (Parimo), Sayutin Budianto 

TRIBUNPALU.COM, PARIGI MOUTONG - Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Parigi Moutong (Parimo) Sayutin Budianto himbau seluruh Stakeholder untuk memikirkan kegiatan Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di Kabupaten Parigi Moutong.

Menurut Sayutin, DPRD Parimo berulang kali melakukan rapat dengar pendapat mengenai persoalan tersebut.

Bahkan telah bertemu Gubernur Sulawesi Tengah (Sulteng) agar PETI diselesaikan di tingkat Provinsi karena masalah pertambangan adalah kewenangan Pemerintah Provinsi Sulteng.

"Kami sudah berkali kali rapat, bahkan melibatkan unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Parigi Moutong untuk mencari solusi dari PETI ini," jelas Sayutin.

Baca juga: Angin Segar untuk Warga Parimo, Politeknik KP akan Cetak Taruna Taruni yang Unggul di Bidangnya

Baca juga: Efek Covid-19 Penderita Alami Gejala Hingga Berbulan-bulan, Ini Ciri-ciri Long Covid Patut Diketahui

Baca juga: TNI AU Gagalkan Aksi Bunuh Diri Pasien Covid-19 di Lantai 20 Wisma Atlet, Ini Sosok Penyelamatnya

Baca juga: Begini Pengakuan Emak-emak Saat Kerumunan Jokowi di Maumere: Saya Rindu Bapak Presiden

Olehnya kata Sayutin, semua unsur baik Pemerintah daerah, seluruh stakeholder, elemen masyarakat dan pemerhati lingkungan harus bersatu padu memikirkan permasalahan tersebut.

Karena menurutnya, tambang pun sebenarnya memiliki manfaat buat masyarakat.

Tetapi di sisi lain, karena ilegal akan berdampak buruk bagi masyarakat.

"Menjadi dilema, karena sebagian masyarakat mencari nafkah menggantungkan hidupnya di situ. Sementara di sisi lain dampaknya sangat tidak baik bagi masyarakat. Ini yang harus dipertegas untuk dibicarakan bersama," ucapnya.(*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved