Breaking News:

Virus Corona di Sulteng

Pasien Sembuh dari COVID-19 Bisa Divaksin, Ini Penjelasan Kadis Kesehatan Kota Palu

Orang dengan status pernah positif COVID-19 bisa disuntik vaksin. dr Husaema menjelaskan suntikan vaksin hanya akan diberikan satu kali.

Penulis: Moh Salam | Editor: Kristina Natalia
TRIBUNPALU.COM/MOH SALAM
Kepala Dinas Kesehatan Palu dr Husaema 

Laporan Wartawan TribunPalu.com, Moh Salam

TRIBUNPALU.COM, PALU- Pasien sembuh dari COVID-19 bisa disuntik vaksin.

Hal ini disampaikan Kepala Dinas Kesehatan Kota Palu, dr Husaema Jumat (5/3/2021).

dr Husaema menjelaskan suntikan vaksin hanya akan diberikan satu kali untuk mantan penderita COVID-19.

Gunanya yaitu memperkuat imunitas sehingga tidak mudah diserang virus Corona lagi.

Baca juga: Selama Februari 2021, Pengadilan Negeri Palu sudah Vonis 125 Pelanggar Lalulintas

Baca juga: Prakiraan Cuaca BMKG 33 Kota Indonesia, Besok Sabtu 6 Maret 2021: 8 Wilayah Hujan Lebat hingga Petir

Baca juga: Tuding Demokrat Partai Dinasti sejak Jaman SBY, Tri Yulianto: Baru Pertama Dalam Sejarah

Baca juga: Hadianto Intruksikan DLH dan Satpol PP Kolaborasi Atasi Sampah di Palu: Jangan Kerja Sendiri-sendiri

"Sekali saja disuntik, itu namanya Booster," sebut dr Husaema.

Dijelaskannya, booster itu natinya akan melawan virus Corona yang coba masuk dalam tubuh.

Sementara itu orang belum pernah terpapar COVID-19, akan diberikan dua kali suntikan.

Baca juga: Longsor Tambang Parimo Tewaskan 7 Warga Buranga, Ini Kritik Pedas DPRD Sulteng untuk Pemerintah

Baca juga: KPK Sambangi Kantor Gubernur Sulteng, Ini Pesannya ke Pemerintah Terkait Kinerja Tahun 2021

Baca juga: Polisi Ciduk Pelaku Pencurian 21 TKP, Terungkap Setelah Gasak Handphone di Jl Dewi Sartika Palu

Baca juga: Kartu Prakerja 13 Berikan Syarat Baru untuk Peserta Sebelum Mulai Pelatihan,Simak Panduannya di Sini

Jarak antara suntikan vaksin pertama dan kedua idealnya dua pekan.

Wali Kota Palu Hadianto Rasyid saat melakukan vaksinasi bersama Tenaga Kependidikan di Kota Palu, Rabu (3/3/2021).
Wali Kota Palu Hadianto Rasyid saat melakukan vaksinasi bersama Tenaga Kependidikan di Kota Palu, Rabu (3/3/2021). (Handover)

"Suntikan pertama dan kedua jaraknya harus dua minggu, lebih dari itu tak masalah," jelas dr Husaema.

Sebelumnya, pada pelaksanaan vaksin COVID-19, tidak semua orang bisa menerima vaksin, terutama penderita 12 penyakit Komorbid atau bawaan.

12 penyakit itu ialah penyakit autoimun sistemik, Sindrom Hiper IgE, Infeksi akut, ginjal kronis (transplantasi ginjal), hipertensi, penyakit jantung, jantung koroner, reumatik autoimun, gastrointestinal, hipertiroid, kanker dan pasien hematologi onkologi.

dr Husaema mengatakan, sebelum divaksin bakal dilakukan skrining secara ketat sehingga penerima vaksinasi dipastikan sudah memenuhi syarat secara kesehatan. (*)

Sumber: Tribun Palu
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved