Hari Raya Nyepi 2021

Nyepi 2021 Digelar Sederhana Karena Pandemi Covid-19, Ini Sejarah Umat Hindu di Sulawesi Tengah

Penyebaran umat Hindu masuk di Sulawesi Tengah pertama kali karena program transmigrasi yang digagas pemerintah.

Editor: Haqir Muhakir
TRIBUNPALU.COM/NUR SALEHA
Sejumlah umat Hindu menuruni tangga usai melaksanakan sembahyang di Pura Agung Wana Kertha Jagatnatha, Kota Palu, Sabtu (13/3/2021). 

Laporan Wartawan TribunPalu.com, Nur Saleha

TRIBUNPALU.COM, PALU - Perayaan Nyepi 2021 digelar sederhana karena Pandemi Covid-19, Minggu (14/3/2021).

Berikut sejarah penyebaran umat Hindu di Provinsi Sulawesi Tengah.

Penyebaran umat Hindu masuk di Sulawesi Tengah pertama kali karena program transmigrasi yang digagas pemerintah.

"Tentunya dulu itu adalah program pemerintah sejak tahun sekitar 1950an, itu ada di Kabupaten Parigi," Kata Ketua Parisadha Hindu Indonesia (PHDI), I Nengah Wandra, Minggu (14/3/2021) siang.

Pada saat itu, program pemerintah adalah, mendorong umat Hindu di Provinsi Bali yang berekonomi lemah untuk menjadi petani di Sulawesi Tengah.

"Jadi itu di Parigi kemudian berkembang beberapa tahun, kemudian itu karena pemerintah menggalakkan program transmigrasi nah banyaklah umat umat Hindu yang di Bali yang dikatakan ekonominya masi minim dan itu ditransmigrasikan ke Sulawesi Tengah untuk menggarap sawah dan sebagaianya disana," Jelas pria dengan sapaan Wandra.

Moeldoko Terlibat Kudeta Partai Demokrat, Amien Rais: Tak Mungkin Berani Tanpa Kedipan dari Lurah

Wali Kota Palu Selalu Kenakan Kemeja Putih, Alasannya Bikin Adem

Dahulukan Huntap dan Dana Stimulan, Wabup Sigi: Tidak Bangun Kantor kalau Masih ada Warga di Huntara

Lalu, seiring berjalannya waktu, tak hanya umat Hindu berekonomi lemah saja lakukan transmigrasi, tapi orang mapan pun juga datang ke Sulawesi Tengah.

Setelah itu, penyebaran Umat Hindu masuk di Kota Palu, karena menjadi Pusat Ibu Kota Sulawesi Tengah.

"Anak-anaknya umat Hindu juga semua sekolah, otomatis mereka datang ke ibukota Provinsi untuk melanjutkan pendidikannya di perguruan tinggi, jadi makanya pegawai dan yang lainnya itu juga datang," ungkap Wandra.

"Dulunya saya secara pribadi sekitar tahun 1972 saya masuk ke sini, waktu itu umat Hindu bisa dihitung dengan jari, saya waktu itu masi kelas 6 SD," tambah dia.

Lanjut, Ketua Prisadha mengatakan kalau ada komunitas di suatu wilayah maka otomatis ada tempat pemujaan mereka.

"Kan dulu itu pemerintah transmigrasi hampir di semua kabupaten ada lokasi transmigrasi, kalau di Parigi Moutong itu sejak tahun itu dan sekarang umat hindu di sana hampir 80ribu, kalau di apalu, sekitar 6 ribuan," pungkasnya.

Umat Hindu kebanyak di Kabupaten Parigi Moutong dikarenakan di sana adalah transmigrasi pertama.

"Lebih banyak di kabupaten karena di sana memang tempatnya dan itu adalah umat kami yang bertani, bercocok tanam di situ," tutur Wandra.

Hari Raya Nyepi 2021: Remaja Hindu di Palu Ini Berharap Pandemi Covid-19 Segera Berakhir

Fakta Kebaya Krisdayanti di Momen Lamaran Aurel, Anne Avantie Diminta Buat Baju 24 Jam sebelum Acara

Aurel Hermansyah Bongkar Wejangan Krisdayanti padanya, Atta Halilintar Ungkap Dibisikkan Hal Ini

Halaman
12
Sumber: Tribun Palu
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved