Breaking News:

Kabupaten Parigi Moutong

Bupati Parigi Moutong Berharap Para Pejabat yang Baru Dilantik Tidak Saling Menjelek-jelekan

Bupati Parigi Moutong Samsurizal Tombolotutu berharap, para Pejabat yang baru dilantik agar tidak saling menjatuhkan atau saling menjelek-jelekkan.

handover
Bupati Parigi Moutong (Parimo), Samsurizal Tombolotutu 

TRIBUNPALU.COM, PARIGI MOUTONG - Bupati Parigi Moutong Samsurizal Tombolotutu berharap, para Pejabat yang baru dilantik agar tidak saling menjatuhkan atau saling menjelek-jelekkan satu sama lain.

Hal itu disampaikan Samsurizal usai melantik Pejabat Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama (JPTP) dan Pejabat Administrator dilingkungan Pemerintah Daerah Kabupaten Parigi Moutong, Senin (15/3/21).

Ia mencontohkan seperti para Camat agar tidak boleh saling menjelekan.

"Saya harap Camat tidak usah saling menjelek jelekan. Apa yang baik yang sudah dikerjakan Camat sebelumnya kalau bisa dilanjutkan. Kalau tidak bisa dilanjutkan, buatlah program baru yang disenangi oleh masyarakat," Kata Samsurizal.

Menurut Samsurizal, para pejabat yang baru dilantik harus banyak-banyak bersyukur.

Karena kata ia, semua keputusan datangnya dari Allah SWT bukan dari Bupati.

Bupati kata ia hanya digerakan hati dan tanganya untuk memilih siapa yang menjadi pemimpin atau pejabat.

"Kita harus mensyukuri bahwa semua ini adalah keputusan dari Allah SWT. Bukan keinginan Bupati, Sekda atau lainnya, semuanya itu adalah keputusan dari sang maha kuasa. Saya hanya digerakkan tangan untuk melaksanakan pelantikan dan menunjuk si A dan si B untuk menjabat. Itu semua amal saudara berdoa kepada Allah SWT," jelas mantan Atlet pelari terbaik di jajaran TNI AD itu.

Sambung Samsurizal, bahwa pelantikan pejabat tidak ada yang dibayar. Semuanya ia lakukan berdasarkan penilaian kinerja dan syarat kepangkatan.

"Perlu saya sampaikan khususnya kepada semua pejabat Eselon II, III dan IV, bahwa tidak ada kenaikan jabatan ini saya minta uang. Kalau ada orang yang datang ketempat saudara tolong ditanyakan dari siapa yang minta uang. Ini pernah terjadi ada yang membayar jabatan melalui Sekda, tapi saya sampaikan ke Pak Sekda tolong dikembalikan, karena saya tidak pernah meminta uang, dan itu akan merugikan saudara sendiri," tegasnya.

Lanjut Samsurizal, bahwa tidak ada dalam aturan, ketika Camat Pensiun Sekcam yang menggantikan. Semua harus sesuai aturan yang berlaku.

"Kemudian saya sampaikan, bahwa tidak serta merta, begitu Camat pensiun Sekcam yang minta naik jabatan untuk menggantikan Camat. Itu tidak boleh. Ada kurun waktunya. Kalau belum dua atau tiga tahun dijabatan itu jangan minta jabatan dinaikkan," terangnya.

Samsurizal menuturkan, tahun 2021 nantinya sebanyak 4 orang Pejabat Eselon III a yang akan memasuki Purna Bhakti, maka tentunya akan diisi para Kabid yang telah memenuhi syarat kepangkatan.

Begitu pun kata ia Pejabat Eselon II b, sebanyak 4 orang yang akan pensiun pada tahun 2022.

"Mari kita saling menjaga untuk mencegah penyebaran Covid- 19. Tertib 3M (Memakai Masker, Menjaga Jarak dan Mencuci Tangan). Selamat bertugas. Teruslah bekerja, bekerja dan bekerja," pesan Samsurizal.(*)

Penulis: Ketut Suta
Editor: Muh Ruliansyah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved