Dituntut Jaksa 4 tahun atas Kasus Suap, Djoko Tjandra: Terlalu Berat, Saya Minta Bebas

Djoko Tjandra menjalani sidang lanjutan kasus dugaan suap penghapusan red notice di Pengadilan Tipikor Jakarta, Senin (15/3/2021) siang.

Penulis: Muh Ruliansyah | Editor: Haqir Muhakir
KOMPAS.COM/KRISTIANTO PURNOMO
Terpidana kasus korupsi pengalihan hak tagih (cessie) Bank Bali Djoko Tjandra tiba di Bareskrim Mabes Polri, Jakarta, Kamis (30/7/2020). Djoko Tjandra ditangkap di Malaysia. 

TRIBUNPALU.COM - Terdakwa Joko Soegiarto Tjandra alias Djoko Tjandra menjalani sidang lanjutan kasus dugaan suap penghapusan red notice di Pengadilan Tipikor Jakarta, Senin (15/3/2021) siang. 

Sidang beragendakan mendengar nota pembelaan alias pleidoi Djoko Tjandra.

Dalam pleidoi-nya, Djoko Tjandra menyatakan bahwa tuntutan pidana penjara 4 tahun dan denda Rp100 juta dari Jaksa Penuntut Umum (JPU) adalah tuntutan yang sangat berat.

Apalagi, menurutnya tuntutan itu tidak berdasar pada dakwaan dan berangkat dari fakta - fakta yang lemah.

"Penuntut Umum yang telah menuntut saya untuk dihukum pidana penjara selama 4 tahun, denda sebesar Rp100 juta subsider 6 bulan kurungan adalah sangat berat," kata Djoko Tjandra.

"Apalagi tuntutan tersebut didasarkan atas dakwaan yang sama sekali tidak benar dan fakta-fakta yang sangat lemah," sambungnya.

BMKG: Prakiraan Cuaca Sulawesi Tengah Besok, Selasa 16 Maret: Waspada Hujan Petir dan Angin Kencang

Hadianto Rasyid Terima Kunjungan Wali Kota Singkawang, Diskusi Program Prioritas

Kegunaan dan Efek Samping Vaksin Sinovac dan AstraZeneca Hampir Sama, Ini Penjelasan BPOM Palu

Ditambah lagi, ia saat ini sudah menginjak usia hampir 70 tahun sehingga tuntutan tersebut makin memberatkan hidup di usia senjanya.

Djoko Tjandra juga menyinggung nasib keluarganya jika dia benar - benar divonis sebagaimana tuntutan jaksa. Ia menyebut masih punya tanggungan istri dan beberapa anak serta cucu. 

 "Saat ini saya masih memiliki seorang istri dan beberapa orang anak serta cucu yang masih membutuhkan kasih sayang seorang ayah dan kakek," ucapnya.

Atas hal itu ia memohon kepada majelis hakim untuk menolak segala pembuktian dari jaksa, dengan menyatakan surat tuntutan jaksa bukan untuk keadilan. Melainkan sarat ketidakadilan. 

Djoko Tjandra juga memohon majelis hakim menjatuhkan vonis bebas dari seluruh dakwaan dan tuntutan jaksa.

"Saya memohon kepada Yang Mulia Majelis Hakim yang mengadili perkara ini agar berkenan membebaskan saya, Terdakwa Joko Soegiarto Tjandra, dari semua dakwaan dan tuntutan Penuntut Umum," pungkas dia.

Wacana Presiden 3 Periode Mencuat, Ustadz Haikal: Sekalian Usulkan Seumur Hidup Saja

Peringatan Dini Cuaca Ekstrem BMKG Besok, Selasa 16 Maret 2021: Waspada Hujan Lebat di 21 Wilayah

Sebelumnya, Joko Soegiarto Tjandra alias Djoko Tjandra dituntut 4 tahun penjara dan denda Rp100 juta subsider 6 bulan kurungan. 

Jaksa Penuntut Umum (JPU) menyatakan Djoko Tjandra terbukti melakukan tindak pidana korupsi berupa suap kepada pejabat penyelenggara negara.

Halaman
12
Sumber: Tribunnews.com
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved