Puasa Ramadhan 2021
Lakukan 4 Hal Ini Agar Ibadah Puasa selama Ramadhan Optimal: Jangan Malas serta Jaga Lidah dan Mata!
Berikut empat hal yang harus dilakukan untuk berkomitmen menunaikan ibadah puasa selama Ramadhan, mulai dari terus beraktivitas hingga menjaga lidah.
TRIBUNPALU.COM - Ramadan menjadi bulan di mana seluruh umat muslim berlomba-lomba mengumpulkan pahala dengan memperbanyak ibadah.
Meski demikian, melaksanakan ibadah puasa tidak hanya menahan haus dan lapar semata.
Seorang muslim wajib juga menahan nafsunya untuk mengoptimalkan amalan dan pahala selama bulan puasa.
Dikutip dari muslim.sg, ada beberapa tata krama yang dapat dilakukan agar lebih mendekatkan diri kepada Allah Swt. saat berpuasa.
Berikut empat tata krama puasa yang disebutkan dalam buku berjudul Nasihat dan Perintah Keagamaan oleh Al-habib Abdullah Bin Aalawi Al-hadad Al-hadramiy As-syafiiy:
1. Jagalah lidah saat berpuasa
Tidak mudah bagi kita untuk menjaga lidah kita dari fitnah atau pertengkaran.
Jadi, langkah pertama untuk mengatasinya adalah dengan mengakui kehadirannya dalam hidup kita.
Dan tidak membiarkan ego kita menghalangi kita menjadi manusia yang lebih baik, yang pada akhirnya akan menguntungkan religiusitas kita.
Hal sulit ini juga diakui oleh Nabi Muhammad saw. soal tantangan menjaga lidah seseorang.
Diriwayatkan oleh Abu Musa Al-Ash'ari (ra) melaporkan, saya bertanya kepada Nabi Muhammad saw., "Siapakah yang paling unggul di antara umat Islam?"
Nabi Muhammad saw. bersabda, "Seseorang yang dari lidah dan tangannya aman bagi orang Muslim lainnya." [Hadits dari Al-Bukhari dan Muslim]

Baca juga: Apakah Keramas di Siang Hari Bisa Batalkan Puasa? Ini Hukum dan Tata Cara Menyiram Kepala yang Benar
Dalam hadits lain, Nabi Muhammad saw. melihat juga disebutkan dari Abu Hurairah ra.
Ketika siapa pun dari Anda bangun di pagi hari dalam keadaan berpuasa, dia seharusnya tidak menggunakan bahasa yang jorok atau melakukan tindakan yang tidak pantas.
Dan jika ada orang yang memfitnah atau bertengkar dengannya, dia harus berkata: "Saya puasa, saya puasa." [Hadits dari Sahih Muslim]
Penting juga untuk dicatat bahwa fitnah dan berbohong dapat memutuskan hubungan kekerabatan di antara kita.
Memang Islam telah mengajari kita dalam menjaga hubungan antar umat manusia.
Sangat penting bagi umat Islam untuk mempraktikkan kesabaran di bulan Ramadan dan tidak membiarkan emosi kita mengendalikan tindakan kita.
Baca juga: 7 Hal Ini Bisa Dilakukan Wanita Haid atau Nifas saat Tak Bisa Berpuasa Ramadhan, Apa Saja Amalannya?
2. Menahan pandangan mata dari melihat hal-hal yang dapat mengurangi pahala puasa kita
Hal ini dilaporkan oleh seorang sarjana Muslim sebelumnya:
“إذا صمت فانظر إلى أي شيء تفطر”
'Jika Anda berpuasa, dan melihat hal-hal yang dapat membatalkan puasa Anda, maka puasa tersebut tidak sah'.
Ulama sangat berhati-hati dalam bertindak, dengan menahan diri dari melakukan hal-hal yang akan mempengaruhi kualitas puasanya.
Para ulama sebelumnya sangat berhati-hati sehingga mereka terkadang mengatakan sesuatu yang tampaknya ekstrim, bukan untuk membebani umat Islam atau datang dengan aturan baru, tetapi karena mereka keras pada diri mereka sendiri dalam menjaga kualitas ibadah mereka (ibadah).
Islam tidak melarang suatu perbuatan di luar esensinya, melainkan karena hanya akan membawa akibat negatif.
Penting untuk tidak kehilangan kendali atas mata kita, yang memungkinkan kita untuk mengontrol keinginan hati yang pada akhirnya membantu menjaga kualitas ibadah kita tidak hanya di bulan Ramadan ini, tetapi setiap bulan dalam setahun.
Imam Ibn Qayyim ra dalam bukunya The Garden of The Lovers and the Excursion of They Who Year n, berkata:
“Allah telah menjadikan mata sebagai cermin hati, jadi jika hamba menurunkan pandangannya, hatinya menurunkan keinginannya, dan jika dia melepaskan pandangannya, hatinya melepaskan keinginannya."
Baca juga: Bagaimana Cara Membayar Hutang Puasa Ramadan? Ini Penjelasan dari Buya Yahya
3) Aktif sepanjang bulan Ramadan
Selama berpuasa ini meskipun tubuh menjadi lesu, tetapi penting untuk kita tetap aktif di bulan Ramadan.
Seseorang tidak boleh menghabiskan sepanjang hari dengan bermalas-malasan di rumah atau di tempat kerja.
Jika kita benar-benar tahu tentang Islam, kita akan mengerti bahwa kita harus unggul dalam segala hal yang kita lakukan.
Konsep Itqan atau budaya keunggulan harus dipraktikkan dalam hal-hal yang kita lakukan, terlebih lagi di bulan Ramadhan.
Itqan adalah menyembah Allah seolah-olah Anda melihatnya dan jika Anda tidak dapat melihatnya, sesungguhnya Dia melihat Anda.
Al-Imam An-Nawawi menyebutkan dalam kitab dzikir (Al-Azkar) bahwa keutamaan dzikir (Tuhan) tidak terbatas hanya pada Tasbih (mengucapkan "Subhan Allah"), Tahlil (mengucapkan "La ilaha illa Allah), Tahmid (mengucapkan "Alhamdulillah") atau Takbir (Mengatakan: Allahu Akbar) ".
Keutamaan mengingat (Tuhan) meluas ke hal-hal yang Anda lakukan demi Allah.
Karenanya, umat Islam harus seimbang dalam memaksimalkan Ibadah kita dan bekerja terutama di bulan Ramadhan.

4) Amalkan Sunnah (anjuran) puasa:
Bantu orang lain berbuka puasa dengan membagikan makanan Anda
“قال عليه الصلاة والسلام:“ من فطر صائما كان له مثل أجره من غير أن ينقص أجره شيء
Nabi Saw. bersabda: 'Barangsiapa membatalkan puasa (dengan memberi makan), baginya pahala orang yang berpuasa tanpa mengurangi pahala (orang yang berpuasa).'
Hadits tersebut mengingatkan kita akan pentingnya membagi makanan kita dengan orang lain ketika kita berbuka puasa.
Saya percaya, keutamaan hadits ini lebih dari sekedar berbuka puasa, tetapi juga termasuk amal saleh lainnya yang akan membawa manfaat bersama tidak hanya bagi umat Islam tetapi juga bagi masyarakat secara keseluruhan.
Baca juga: Puasa Ramadhan 2021 - Mengenal Lebih Dalam soal Fidyah, Begini Cara Menunaikannya
Lakukan Sholat Terawih
Meskipun penting untuk mengetahui apa yang kita lakukan di bulan Ramadhan ini, sama pentingnya, jika tidak lebih, untuk memahami mengapa kita melakukannya.
Nabi Saw. memang menjawab 'mengapa' dengan shalat terawih.
Dengan otoritas Abu Hurairah, ia meriwayatkan bahwa Nabi Saw. bersabda:
"من قام رمضان إيمانًا واحتسابًا غفر له ما تقدم من ذنبه"
"Dia yang menjalankan sholat sunnah (sholat Tarawih) sepanjang Ramadan, karena ketulusan Iman dan dengan harapan mendapatkan pahala akan diampuni dosa masa lalunya."
Dari hadits, seseorang harus selalu ingat bahwa bulan Ramadhan yang diberkahi adalah kesempatan bagi kita untuk berbuat baik dan meningkatkan ibadah kita untuk meminta pengampunan atas dosa-dosa masa lalu kita.
Oleh karena itu, kita harus memahami shalat terawih (dari hadits), sebagai sarana untuk mendapatkan pengampunan atas dosa masa lalu kita dari Allah swt.
Baca juga: Puasa Ramadhan Sebentar Lagi, Apa Hukum Puasa Bagi Pekerja Berat?
Berkomitmen
Kita juga dapat memanfaatkan kebajikan yang ditetapkan oleh hadits dalam sholat wajib kita dan tindakan ibadah lainnya untuk berhubungan lebih baik dengan hal-hal yang kita lakukan.
Jadi mengapa kita berdoa?
Karena itu tanggung jawab kita sebagai hamba Allah. Kita lupa dan berbuat dosa, dan itu adalah mekanisme bagi kita untuk meninjau ayat-ayat yang kita baca dalam doa kita.
Ini adalah beberapa hal terpenting yang harus diperhatikan, terutama selama bulan Ramadhan.
Namun, jika kita merasa sulit untuk melakukan semuanya, kita harus mencoba setidaknya secara konsisten berkomitmen pada salah satu etika, dan ini mengingatkan pada ungkapan bahasa Arab:
”ما لا يدرك كله لا يترك جله“
Jika Anda tidak dapat melakukan semuanya, jangan tinggalkan semuanya.
Baca juga: Kemenag Jadwalkan Sidang Isbat 1 Ramadhan di 12 April 2021,Apa Itu Hisab Rukyat dalam Sidang Isbat?
Hasil dari mengikuti tata krama atau adab puasa adalah hal itu akan menguntungkan kita dalam interaksi kita dengan umat manusia.
Berkomitmen pada etika, juga yang pada akhirnya akan meningkatkan hubungan kita dengan Nabi Muhammad saw dan pada akhirnya membawa kita lebih dekat kepada Allah swt, seperti yang disebutkan dalam Alquran:
"قُلۡ إِن كُنتُمۡ تُحِبُّونَ ٱللَّهَ فَٱتَّبِعُونِى يُحۡبِبۡكُمُ ٱللَّهُ وَيَغۡفِرۡ لَكُمۡ ذُنحُوبَكم ذُنحُوبَكم
Artinya: Katakan, [Wahai Muhammad], "Jika kamu harus mencintai Allah, maka ikuti aku, [jadi] Allah akan mencintaimu dan mengampuni dosa-dosamu. Dan Allah Maha Pengampun dan Penyayang."
Semoga kita termasuk orang-orang yang dosa masa lalunya akan diampuni di bulan Ramadhan ini dan bukan di antara orang-orang yang dilihat Nabi kita dijelaskan dalam Hadisnya:
"رُبَّ صَائِمٍ لَيْسَ لَهُ مِنْ صِيَامِهِ إِلاَّ الْجُوعُ وَرُبَّ قَائِمٍ لَيْسَ لَهُ مِنْ قِيَامِرهِ إِلاَّ السس
"Ada orang yang berpuasa dan tidak mendapat apa-apa dari puasanya kecuali lapar, dan ada orang yang berdoa dan tidak mendapat apa-apa dari shalatnya kecuali malam tanpa tidur."
(TribunPalu.com/Isti Prasetya)