Breaking News:

Gejolak di Partai Demokrat

Tuntut AHY dkk Rp 55,8 Miliar, Jhoni Allen Bakal 'Sedekahkan' Jika Menang di Pengadilan

Sekjen Partai Demokrat versi KLB Jhoni Allen menuntut Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dan dua orang lainnya atas proses pemecatan terhadap dirinya.

Editor: Muh Ruliansyah
handover/tribunnews
Jhoni Allen Marbun 

TRIBUNPALU.COM - Sekjen Partai Demokrat versi KLB Jhoni Allen menuntut Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dan dua orang lainnya atas proses pemecatan terhadap dirinya.

Proses pemecatan tersebut menurut pihak Jhoni Allen adalah perbuatan yang melawan hukum.

Adapun selain AHY, pihak yang dituntut Jhoni Allen adalah Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Teuku Riefky Harsya (tergugat II), dan mantan Sekjen Partai Demokrat Hinca IP Pandjaitan XIII (tergugat III), dianggap secara bersama melanggar aturan AD/ART partai.

"Jadi proses pemecatan Jhoni Allen melanggar AD/ART, Undang-undang Parpol, dan hak-hak politik," kata Slamet di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Rabu (17/3/2021).

Kata Slamet, Jhoni Allen melayangkan gugatan materiel dan imateriel.

Baca juga: Strategi Jaga Keamanan dan Ketertiban: Kapolres Sigi Tambah Personel Bhabinkamtibmas

Baca juga: BMKG Prakiraan Cuaca Besok Kamis, 18 Maret 2021 di Sulteng: Cerah Berawan hingga Hujan Ringan

Baca juga: Amuse Umumkan ONE OK ROCK Terlepas dari Agensi, Bakal Independen di Manajemen Baru Bernama 10969 Inc

Ia menuntut ketiga tergugat membayar ganti rugi atas pemecatan tersebut sebesar Rp 5,8 miliar, dan ganti rugi imateriel Rp 50 miliar.

Dalam surat gugatannya, uang ganti rugi imateriel tersebut dimaksudkan untuk disumbangkan kepada panti-panti sosial yang membutuhkan.

"Gugatan yang kami ajukan adalah gugatan perbuatan melawan hukum (PMH).

"Karena kami anggap 3 orang tadi bersama melakukan perbuatan melawan hukum yang merugikan kepentingan hukumnya Pak Jhoni Allen."

"Jadi kerugian materilnya Rp 5,8 miliar. Ganti rugi materilnya Rp 50 miliar," ucapnya.

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved