Sulteng Hari Ini
Kekuatan MIT Poso Melemah, Pengamat IAIN Palu: Ini Peluang TNI/Polri
Kekuatan Mujahidin Indonesia Timur (MIT) Poso yang melemah, serta tak ada dukungan dari warga, merupakan peluang TNI/Polri untuk menumpas MIT Poso.
Laporan Wartawan TribunPalu.com, Kristina Natalia
TRIBUNPALU.COM, PALU- Kekuatan Mujahidin Indonesia Timur (MIT) Poso yang melemah, serta tak ada dukungan dari warga, merupakan peluang TNI/Polri untuk menumpas kelompok tersebut.
Hal itu seperti dikatakan oleh Pengamat Terorisme dari Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Palu, Lukman S Thahir, Jumat (19/03/2021).
Menurutnya, pihak Kepolisian segera menyusun langkah-langkah dan strategi untuk menyikapi persoalan itu.
"Ini menurut saya peluang bagi pihak Kepolisian untuk menyikapi persoalan langkah langkah dan strategi," tutur Lukman.
Baca juga: Soal Kekuatan MIT Poso, Pengamat IAIN Palu: Tak Ada Lagi Dukungan Warga
Baca juga: Hari Tanpa Bayangan di Donggala, Besok Giliran Kabupaten Buol dan Tolitoli, Cek Jadwalnya
Baca juga: Sosialisasi Bahaya Kebakaran, Disdamkar dan Penyelamatan Kota Palu Pakai Stiker WhatsApp
Baca juga: Komitmen Danrem 132 Tadulako Wujudkan Lingkungan Korem Bebas Dari Korupsi
Namun, ia berharap penindakan yang dilakukan pihak TNI/Polri dapat dilakukan dengan baik agar tidak nemunculkan antipati masyarakat.
"Lebih menekankan terhadap aspek penindakan. Betul-betul dibingkai yang baik supaya tidak memunculkan antipati masyarakat," ucap Lukman.
Menurutnya, saat ini masyarakat telah berpihak kepada TNI/Polri.
Ia mencotohkan dengan beberapa kasus terakhir yang melibatkan kontak tembak antar Kelompok MIT Poso dengan tim gabungan TNI/Polri.
Baca juga: Tidak Semua Gempa Berpotensi Tsunami, Ini Penjelasan BMKG
Baca juga: Update COVID-19 Sulteng: 24 Orang Terkonfirmasi Positif dan 52 Pasien Sembuh
Baca juga: Kedapatan Bawa Puluhan Kantong Cap Tikus, Petani di Banggai Diamankan Polisi
"Berarti keberpihakan masyarakat dengan apa yang dilakukan pihak Kepolisian itu juga dapat respon yang baik dari masyarakat, kalau sebelumnya kan tidak seperti ini," terang Direktur Eksekutif Wisdom Institute itu.
Oleh karena itu, menurut Lukman, ini suatu keuntungan bagi pihak Kepolisian dengan suasana penanganan kelompok MIT Poso saat ini.
"Ini suatu keuntungan untuk Polisi. Cuman yah dijaga, jangan sampai lagi ada terkesan pembantaian dan bisa memunculkan antipati masyarakat seperti yang saya bilang tadi, tapi kadang-kadang ini barang seperti di dramatisir," kata Lukman.
Baca juga: Rizieq Shihab Disebut Tolak Sidang Virtual, Kuasa Hukum Beberkan Sejumlah Alasan
Baca juga: Cuaca Hari Ini Jumat, 19 Maret 2021: 22 Provinsi Berpotensi Alami Cuaca Ekstrem, Hujan Lebat & Angin
Saat ini, tim gabungan TNI/Polri yang tergabung dalam Satuan Tugas (Satgas) Madago Raya, masih memburu sisa sisa kelompok sipil bersenjata yang dipimpin oleh Ali Kalora itu.
Data pihak Kepolisian, saat ini jumlah anggota dikelompok tersebut tersisa 9 orang, pasca tewasnya dua anggotanya beberapa waktu lalu, saat kontak tembak dengan tim gabungan TNI/Polri. (*)
