Kenali Persitiwa 24 Maret: Bandung Lautan Api dan Hari TBC Sedunia, Cek Sejarahnya

Setiap tanggal 24 Maret diperingati peristiwa Bandung Lautan Api dan hari Tuberculosis (TBC) sedunia.

handover
Peristiwa Bandung Lautan Api 

TRIBUNPALU.COM - Setiap tanggal 24 Maret diperingati peristiwa Bandung Lautan Api dan hari Tuberculosis (TBC) sedunia.

Perstiwa Bandung Lautan Api terjadi 75 tahun lalu, tepatnya 23 Maret 1946.

Saat itu Kota Bandung, Jawa Barat berubah menjadi lautan api.

Warga Bandung rela membakar kotanya sendiri demi mengusir pasukan sekutu yang datang pada 12 Oktober 1945 atau hanya dua bulan setelah Proklamasi Kemerdekaan Indonesia.

Mengutip buku Bandung 1945-1946 (2019) karya Egi Azwul Fikri, peristiwa Bandung Lautan Api dilatarbelakangi beberapa hal.

Baca juga: Menteri PPPA: Dibanding Laki-Laki, Perempuan Alami Tekanan Psikologis Lebih Tinggi

Baca juga: SEDANG BERLANGSUNG Live Streaming Persib Bandung vs Bali United Piala Menpora 2021, Tonton di Sini

Baca juga: Bidhumas Polda Sulteng Buat Barcode atau GR Kode Untuk Permudah Masyarakat Terima Informasi

Salah satunya tuntutan Brigade Mac Donald terhadap warga Bandung untuk menyerahkan semua senjata Jepang yang sudah dilucuti pemuda ke pihak Sekutu.

Selain itu juga karena:

Tentara Sekutu membagi Kota Bandung menjadi dua wilayah, yaitu Bandung Utara dan Bandung Selatan.

Ultimatum dari Sekutu untuk mengosongkan Bandung Utara pada 29 November 1945.

Rencana untuk membangun markas Sekutu di Bandung.

Terdapat perbedaan di pihak Indonesia dalam menanggapi ultimatum Sekutu.

Komandan Divisi III yang saat itu memimpin TRI, AH Nasution, menuruti perintah pemerintah pusat melalui Syarifuddin Prawiranegara untuk segera meninggalkan Kota Bandung.

Namun, Markas Besar Tentara Rakyat Indonesia (TRI) yang bertempat di Yogyakarta menginginkan Bandung dipertahankan, dijaga setiap jengkalnya, walaupun harus mengorbankan nyawa.

Keputusan diambil. Rakyat Bandung mundur, tapi TRI dan laskar-laskar tetap bertahan dan berjuang mempertahankan tanah Bandung Selatan.

Tapi pada akhirnya tetap mengungsi karena keadaan tak memungkinkan melawan musuh.

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved