Breaking News:

Dugaan Diskriminasi Terhadap Tim Indonesia Disebut Berlebihan, Raja Sapta: Mau Bela BWF Ya Bela Aja

Peniliti Hukum Olahraga, Eko Noer Kristiyanto memberikan tanggapan terkait dugaan diskriminasi yang diterima oleh Tim Bulutangkis Indonesia.

Penulis: Lita Andari Susanti | Editor: Bobby Wiratama
YouTube Najwa Shihab
Ketua Komite Olimpiade Indonesia, Raja Sapta Oktohari dalam acara Mata Najwa. 

Karena itu, Agung sangat menyayangkan Kevin Sanjaya dan sederet pemain lainnya dipaksa mundur dari pertandingan.

"Karena kalau bertanding kita adalah pemain yang sangat berbahaya dan kita adalah salah satu kandidat juara yang paling kuat," ujar Agung.

"Apa yang kami lakukan sudah maksimal untuk mempersiapkan tim yang berangkat. Sehingga tidak ada alasan orang melakukan hal-hal yang seperti ini kepada kita."

"Karena memang satu-satunya yang tidak bisa membuat kita menang adalah diperlakukan seperti ini," lanjutnya.

"Jadi kalau saya katakan dengan persiapan kami sekarang, memang salah satu jalan untuk mencegah Indonesia menjadi juara adalah dengan tidak bisa bertanding," jelas Agung, dikutip dari Tribunnews.com, Kamis (18/3/2021).

Terkait dengan hal tersebut, Eko Noer Kristiyanto menilai bahwa itu merupakan persepsi yang berlebihan.

Karena menurutnya jika ada dugaan sabotase kepada Tim Indonesia, maka panitia penyelenggara justru yang akan mengalami kerugian.

Baca juga: Anthony Ginting Heran dengan Aturan Prokes di All England 2021: Giliran Liga Inggris Kok Bisa Main?

"Menurut saya tidak, kalau buat bulutangkis itu kita jagoan, dengankita nggakikutan All England itu sebenarnya panitia dan federasi itu rugi karena Indonesia memang magnetnya di situ jadi kalau misalkan disrkriminasi menyingkirkan indonesia, itu persepsi yang berlebihan," ujarnya dilansir dari tayangan di kanal YouTube Najwa Shihab.

Eko Noer Kristiyanto mengakui bahwa BWF telah melukai hati tim Indonesia.

Namun ia yakin bahwa tidak ada niatan BWF untuk menjegal ataupun mendiskriminasi tim Indonesia.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Palu
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved