Dugaan Diskriminasi Terhadap Tim Indonesia Disebut Berlebihan, Raja Sapta: Mau Bela BWF Ya Bela Aja
Peniliti Hukum Olahraga, Eko Noer Kristiyanto memberikan tanggapan terkait dugaan diskriminasi yang diterima oleh Tim Bulutangkis Indonesia.
TRIBUNPALU.COM - Peniliti Hukum Olahraga, Eko Noer Kristiyanto memberikan tanggapan terkait dugaan diskriminasi yang diterima oleh Tim Bulutangkis Indonesia.
Seperti diketahui Badminton World Federation (BWF) memaksa Tim Indonesia untuk mundur dari kompetisi All England Open 2021.
Keputusan itu dikeluarkan pada Rabu (17/3/2021) malam seusai diketahui bahwa ada penumpang positif Covid-19 yang satu pesawat dengan para atlet asal Indonesia.
Terkait dengan keputusan ini ada sejumlah pihak yang berpendapat bahwa Tim Indonesia sedang dijegal.
Atau ada juga yang mengatakan bahwa Tim Indonesia mendapatkan diskriminasi.
Seperti yang dikatakan oleh PBSI.
Baca juga: Update Ranking BWF Pasca-All England 2021: Satu Wakil Indonesia Turun, Duo Ganda Putra Kokoh
Baca juga: Ramai Warga Indonesia Protes BWF soal All England 2021, BPIP: Pelecehan terhadap Martabat Bangsa
PBSI membeberkan dugaan terkait tim pebulutangkis Indonesia yang dipaksa mundur dari ajang All England 2021.
PBSI menduga Kevin Sanjaya dan kawan-kawan (Dkk) memang dipaksa mundur agar tak memenangkan All England 2021.
Hal itu disampaikan oleh Ketua Umum PBSI, Agung Firman Sampurna.
Dengan deretan pemain peringkat atas, tim Indonesia disebutnya sebenarnya memiliki peluang besar menjuarai ajang tersebut.
Karena itu, Agung sangat menyayangkan Kevin Sanjaya dan sederet pemain lainnya dipaksa mundur dari pertandingan.
"Karena kalau bertanding kita adalah pemain yang sangat berbahaya dan kita adalah salah satu kandidat juara yang paling kuat," ujar Agung.
"Apa yang kami lakukan sudah maksimal untuk mempersiapkan tim yang berangkat. Sehingga tidak ada alasan orang melakukan hal-hal yang seperti ini kepada kita."
"Karena memang satu-satunya yang tidak bisa membuat kita menang adalah diperlakukan seperti ini," lanjutnya.
"Jadi kalau saya katakan dengan persiapan kami sekarang, memang salah satu jalan untuk mencegah Indonesia menjadi juara adalah dengan tidak bisa bertanding," jelas Agung, dikutip dari Tribunnews.com, Kamis (18/3/2021).