Breaking News:

Terdakwa Kasus Salah Transfer BCA Rp 51 Juta Dituntut Penjara 2 Tahun karena Terbukti Gunakan Uang

Ardi Pratama, terdakwa kasus salah transfer uang Rp 51 juta dituntut dua tahun penjara JPU.

SURYA.CO.ID/Firman Rachmanudin
Adik terdakwa Ardi Pratama, Tio Budi Satrio didampingi tim kuasa hukum mencari keadilan terhadap proses hukum kakaknya, Senin (22/2/2021). 

TRIBUNPALU.COM- Jaksa Penuntut Umum (JPU) Pengadilan Negeri Surabaya menuntut terdakwa kasus salah transfer BCA Rp 51 juta, Ardi Pratama dengan dua tahun penjara.

Ardi dinilai bersalah melanggar Pasal 85 Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2011 tentang Transfer Dana.

Jaksa Zulfikar menjelaskan, dana hasil salah transfer sebesar Rp 51 juta oleh mantan pegawai BCA digunakan terdakwa untuk membeli keperluan sehari-hari dan membayar utang.

"Pertimbangan yang memberatkan, terdakwa sudah menikmati uang kesalahan transfer tersebut dan terdakwa berbelit-belit selama persidangan. Sementara hal yang meringankan, terdakwa masih berusia muda dan belum pernah dihukum," terang Zulfikar saat membacakan tuntutannya, Rabu.

Terkait tuntutan jaksa tersebut, Ardi melalui tim kuasa hukumnya akan mengajukan pembelaan.

"Kami ajukan pleidoi atau pembelaan pada sidang pekan depan," kata kuasa hukum Ardi, Dipertius.

Sebelumnya diberitakan, Ardi yang berprofesi sebagai makelar mobil ditahan sejak 26 November 2020.

Ia mendekam di penjara setelah dilaporkan mantan pegawai BCA, Nur Chuzaimah karena memakai uang salah transfer sebesar Rp 51 juta.

Baca juga: Dihamili Kades, Wanita Ini Mengaku Sering Dapat Ancaman dan Kekerasan, Kini Lapor ke Polisi

Baca juga: Pegawai BCA, Nur yang Salah Transfer Uang Rp 51 Juta hingga Ardi Dipenjara Buka Suara,Ini Cerita Dia

Baca juga: BCA Klarifikasi Perihal Salah Transfer Berujung Bui yang Menimpa Warga Surabaya, Ardi Pratama

Ardi mengira uang itu adalah komisi penjualan dua unit mobil dari usahanya.

Namun, ternyata uang yang masuk ke rekeningnya adalah uang salah transfer.

Nur mengakui salah memasukkan nomor rekening hingga masuk ke rekening Ardi.

Dia telah berupaya untuk menemui Ardi dan memintanya untuk mengembalikan uang tersebut.

Namun, Ardi disebut tak memiliki itikad baik untuk mengembalikan sehingga Nur melaporkan Ardi ke polisi.  (Penulis Kontributor Surabaya, Achmad Faizal | Editor Dheri Agriesta)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Kasus Salah Transfer Rp 51 Juta, Ardi Dituntut 2 Tahun Penjara, Jaksa: Terdakwa Nikmati Uangnya", 

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved