Breaking News:

Kilang Minyak Balongan Terbakar

Soal Kebakaran Kilang Pertamina, Pengamat Nilai Ada Pihak Tak Ingin Indonesia Punya Kilang Minyak

Fahmy Radhi mengatakan, dampak dari kejadian kebakaran itu akan membuat ketergantungan Indonesia terhadap bahan bakar impor semakin tinggi.

Handover untuk Tribun
Suasana kebakaran PT Pertamina Balongan Indramayu, Senin (23/2021) dini hari 

TRIBUNPALU.COM - Terjadi kebakaran besar di kilang minyak milik Pertamina di Balongan, Indramayu, Jawa Barat pada Senin (29/3/2021) dini hari.

Kebakaran ini menyebabkan 5 orang mengalami luka berat, 15 orang luka ringan, dan 3 orang masih dalam pencarian.

Sebanyak 912 jiwa dari lima desa sekitar lokasi kejadian juga diungsikan ke sejumlah tempat, yaitu Komplek Perum Pertamina Bumi Putra, Pendopo Kantor Bupati Indramayu, dan Gedung Islamic Center Indramayu.

Ketergantungan impor

Pengamat energi dari Universitas Gadjah Mada (UGM) Fahmy Radhi mengatakan, dampak dari kejadian kebakaran itu akan membuat ketergantungan Indonesia terhadap bahan bakar impor semakin tinggi.

Sehingga akibatnya kedaulatan energi Indonesia dalam jangka panjang pun akan tergerus.

Bahkan menurut Fahmy, ada indikasi bahwa pihak-pihak tertentu tidak menginginkan Indonesia memiliki kilang minyak.

"Ada indikasi pemburu rente pada impor BBM yang tidak menginginkan kilang di Indonesia," kata Fahmy kepada Kompas.com, Senin (29/3/2021).

Baca juga: Kondisi Bangunan di Sekitar Lokasi Kejadian Kebakaran Kilang Minyak Balongan

Baca juga: Tanggapi Kebakaran Kilang Minyak di Balongan, Greenpeace: Pertamina Harus Lakukan Mitigasi Mendalam

Bukan pertama kalinya

Alasan tersebut diungkapkan Fahmy sebab kebakaran kali ini bukan yang pertama kalinya menimpa kilang minyak di Balongan.

Halaman
123
Editor: Lita Andari Susanti
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved