Api Kebakaran Kilang Minyak Belum Padam, Kini Indramayu Banjir akibat Hujan Deras

Belum padam api kebakaran kilang minyak di Balongan Indramayu, kini daerah Indramayu banjir akibat hujan semalaman.

TribunCirebon.com/ Handhikan
Kebakaran kilang minyak PT Pertamina RU VI Balongan, Indramayu 

TRIBUNPALU.COM - Api kebakaran kilang minyak milik Pertamina di Balongan, Indramayu, masih belum padam, Senin (29/3/2021).

Namun, bencana lain kembali terjadi di Indramayu.

Akibat diguyur hujan semalaman pada Senin (29/3/2021), beberapa daerah di Indramayu tergenang banjir.

Satu di antara lokasi yang terdampak adalah di dapur umum untuk pengungsi korban kebakaran kilang minyak Pertamina, Balongan, Indramayu.

Dapur umum di GOR Perumahan Bumi Patra pagi ini terendam banjir dengan ketinggian 15 hingga 20 cm.

Dilansir dari kanal YouTube Kompas.TV, aktivitas memasak di dapur umum sempat terganggu.

Keterlambatan bungkusan nasi untuk korban dikarenakan air banjir menggenangi dapur.

Dipantau hingga siang hari ini, aktivitas masak masih terhambat dikarenakan kondisi dapur umum yang masih terendam banjir.

Dilansir melalui instagram @indramayuterkini, beberapa jalan raya pun ikut tergenang banjir.

Bahkan banjir sudah masuk ke rumah-rumah warga.

Salah satunya adalah di daerah Perumahan Taman Gatsu Indah.

Terlihat kondisi kantor Dinas PUPR juga ikut terendam banjir.

Perumahan Taman Gatsu Indah terendam Banjir
Perumahan Taman Gatsu Indah terendam Banjir (Instagram @indramayuterkini)

Wilayah Indramayu khususnya area di Kilang Balongan dalam beberapa jam terakhir diguyur hujan deras.

Meski demikian, hujan deras tersebut ternyata tak berhasil membuat api di 4 tangki yang terbakar padam.

Pohon dan tanaman di sekitar area kilang yang terbakar menjadi rusak dan menguning, imbas dari panasnya suhu di sekitar lokasi kebakaran.

Pohon disekitar area Kilang yang terbakar menjadi Rusak dan menguning.
Pohon disekitar area Kilang yang terbakar menjadi Rusak dan menguning. (Instagram @indramayuterkini)

Hal ini juga membuat warga sekitar khawatir dengan kondisi kesehatan mereka.

Pasalnya, hal ini menyebabkan warga berkemungkinan terkena gangguan pernapasan.

(TribunPalu.com/DindaNalifa)

Sumber: Tribun Palu
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved