Kepala BNPB: Pembangunan Huntap Korban Bencana Sulteng Harusnya Sudah Tuntas
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Doni Monardo menekankan agar pembangunan huntap segera diselesaikan sesuai target pemerintah.
Laporan Wartawan TribunPalu.com, Fandy Ahmat
TRIBUNPALU.COM, PALU - "Pembangunan huntap bagi korban bencana harusnya selesai akhir 2020," kata Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Doni Monardo saat memimpin rapat evaluasi rehabilitasi dan rekonstruksi pasca bencana di Sulawesi Tengah, Rabu (31/3/2021) malam.
Doni Monardo beserta rombongan tiba di Bandara Mutiara Sis Aljufri Kota Palu pukul 15.30 Wita.
Sebelum memimpin rapat, lulusan Akademi Militer 1985 itu meninjau pembangunan huntap di Desa Pombewe, Kecamatan Sigi Biromaru, Kabupaten Sigi.
Setelah itu, Doni meninjau lokasi huntap di Kelurahan Duyu, Kecamatan Tatanga, Kota Palu.
Kunjungan kerja kepala BNPB Pusat tersebut disambut langsung Gubernur Sulawesi Tengah Longki Djanggola, Wali Kota Palu Hadianto Rasyid, Wakil Bupati Sigi Samuel Yansen Pongi dan stakeholder lainnya.
Doni menekankan agar pembangunan huntap segera diselesaikan sesuai target pemerintah.
Baca juga: Fakta-fakta Terduga Teroris Serang Mabes Polri: Awalnya Pura-pura Tanya Kantor Pos, Berideologi ISIS
Baca juga: Dampak Aksi Teror di Makassar dan Mabes Polri, Sosiolog Untad: Citra Indonesia Rusak di Mata Dunia
Baca juga: Usai Mabes Polri Diserang Teroris, DPR RI Perketat Keamanan
Dia mengharapkan bantuan dan dukungan semua pihak, sehingga warga penyintas bencana bisa segera menempati hunian.
"Ini sudah terlalu lama, dua tahun lebih masyarakat masih ada tinggal di huntara. Desember 2020 kemarin harusnya sudah tuntas. Pak gubernur harus dorong tahun ini selesai," ujar Doni.
Doni memang memahami persoalan di Sulawesi Tengah terletak pada masalah lahan.
Dalam arahannya, ia meminta permasalahan tersebut perlu dikomunikasikan dengan seluruh pihak.
"Masyarakat terdampak maupun kementerian terkait harus sama-sama mencari solusi. Terutama lahan yang sampai saat ini masih bermasalah dan belum selesai," ucap Doni. (*)