Sulteng Hari Ini

Orientasi Test And Treat Sebagai Upaya Dinkes Bangkep Tangani Penderita HIV AIDS

Orientasi Test And Treat di Kabupaten Banggai Kepulauan merupakan upaya Dinas Kesehatan dalam menangani penderita HIV/AIDS.

TribunPalu.com/Nur_Saleha
Plt Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bangkep, James H D Pinontoan. 

Laporan Wartawan TribunPalu.com, Nur Saleha

TRIBUNPALU.COM, BANGKEP - Orientasi Test And Treat di Kabupaten Banggai Kepulauan merupakan upaya Dinas Kesehatan dalam menangani penderita HIV/AIDS.

Kegiatan itu dalam rangka meningkatkan kapasitas petugas dalam pelaksanaan layanan Perawatan Dukungan dan Pengobatan (PDP).

Pelaksanan Test And Treat di Kantor Bupati Banggai Kepulauan di Jl Bukit Trikora Salakan, Kelurahan Salakan, Kecamatan Tinangkung.

Plt Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bangkep, James H D Pinontoan mengatakan selama ini pengobatan dan perawatan penderita HIV/AIDS dilakukan di rumah masing-masing.

Baca juga: Teluk Lalong Di Luwuk Dipenuhi Sampah Plastik, Ini Tanggapan Bupati Banggai

Baca juga: Kronologi Satu Keluarga Sekarat di Kamar seusai Dianiaya Anak Kandungnya, Warga Dengar Tangisan

Baca juga: Isi Surat Wasiat ZA, Terduga Teroris yang Serang Mabes Polri, Minta Mama Jauhi Kartu Kredit

Baca juga: Aturan Terbaru Kapolri, Ribuan Polsek Se-Indonesia Tidak Lagi Lakukan Penyidikan, Ini Penjelasannya

Pasalnya, penanganan penyakit HIV/AIDS berbeda dengan penyakit lainnya maka diberlakukan PDP khus sehingga rumah sakit dan puskesmas di Banggai Kepulauan harus difasilitasi penanganan perawatan dari HIV/AIDS.

"Kegiatan itu dilakukan selama 2 hari kemarin, itu juga merupakan kegiatan untuk semua rumah sakit dilatih bagaimana kita melakukan pengobatan, melakukan dukungan dan bagaimana perawatan," jelas James pada TribunPalu.com, Kamis (1/4/2021).

"Pengobatan ini kan cukup langkah dan mahal dan itu dibantu oleh pemerintah pusat, karena dibantu oleh pemerintah pusat maka itu harus dibantu ditetapkan dengan fasilitas yang sudah dilatih," tambahnya.

James menuturkan, dengan adanya orientasi itu pasien penderita HIV/AIDS tidak dibawa keluar Banggai Kepulauan lagi untuk mendapatkan pengobatan.

Baca juga: Prakiraan Cuaca Hari Ini Kamis, 1 April 2021, BMKG: 23 Provinsi Waspada Potensi Hujan Lebat

Baca juga: Kedapatan Bawa Miras, Pria di Bonebalantak Banggai Diamankan Polisi

Baca juga: APBD Pokok 2021 Bangkep Belum Ketuk Palu, ASN Menjerit di Depan Kantor Bupati dan DPRD

"Pasien Bangkep biasa kami bawa ke Luwuk atau ke Palu dan itu membutuhkan biaya yang cukup besar," tuturnya.

Lanjut James mengatakan di Banggai Kepulauan pernah terjadi penderita HIV/AIDS putus obat karena terkendala biaya.

James berharap, jika perawatan dan pengobatan ada di Salakan pastinya biaya lebih terjangkau.

"Agar kiranya tidak ada lagi pasien yang putus obat, tidak ada stigma-stigma negatif terbentuk gara gara HIV/Aids ini," harapnya.

Baca juga: Wanita Muda Terduga Teroris yang Serang Mabes Polri Bawa Map Kuning, Sempat Tanya Lokasi Kantor Pos

James menghimbau untuk masyarakat tidak menjauhi orang penderita HIV/AIDS.

Karena itu suatu dukungan bagi penderitanya.

"Kita tetap dekat dengan mereka dengan koridor yang kita pelajari bersama, karena sekarang ini informasi sudah tidak terbatas, tinggal google saja apa wadah penularan HIV Itu," tutup James. (*)

Sumber: Tribun Palu
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved