Breaking News:

Sulteng Hari Ini

Bahas Stunting di Sulteng, Warek IV Untad: Ikan Berlimpah Tapi Warga Pilih Konsumsi Mie Instan

Universitas Tadulako (Untad) menerima kunjungan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Sulawesi Tengah, Selasa (6/4/2021). 

Handover
Kunjungan BKKBN Sulawesi Tengah disambut Warek IV Untad Prof Amar, Selasa (6/4/2021)  

Laporan Wartawan TribunPalu.com, Fandy Ahmat

TRIBUNPALU.COM, PALU - Universitas Tadulako (Untad) menerima kunjungan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Sulawesi Tengah, Selasa (6/4/2021). 

Rombongan disambut langsung Wakil Rektor IV Prof Amar sesuai dengan protokol kesehatan pencegahan Covid-19.

Turut pula hadir dalam pertemuan itu Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM), Wakil Dekan II Fakultas Kesehatan Masyarakat dan peneliti stunting Untad. 

Dalam kesempatan itu, Kepala Perwakilan BKKBN Sulawesi Tengah, Maria Ernawati menjelaskan perkembangan terbaru terkait perkawinan di bawah umur. 

Ia memaparkan, kasus perkawinan di bawah umur di Sulawesi Tengah mengalami kenaikan. 

Baca juga: BLT UMKM Rp 1,2 Juta Dilanjutkan di Tahun 2021, Ini Kategori yang Diutamakan Menerima BLT UMKM

Baca juga: Kondisi Terkini Flores Timur, NTT Pasca Diterjang Banjir Bandang : Akses Evakuasi Terhambat

Baca juga: Listrik Diputus dan Hunian Gelap Gulita, Penyintas Triobencana Sulteng Harus Bayar Denda Rp 80 Juta

Peningkatan ini, kata Maria, dikhawatirkan akan menimbulkan persoalan lainnya seperti kasus stunting. 

"Perkawinan di bawah umur saat ini meningkat 58 persen. Angka ini sangat tinggi dan bisa memicu lahirnya anak stunting karena kurangnya asupan gizi," terangnya. 

Terkait hal tersebut, Prof Amar menyayangkan pola konsumsi kebanyakan masyarakat. 

Menurutnya, minat masyarakat untuk mengkonsumsi ikan sebagai lauk masih rendah dan harus terus ditingkatkan. 

"Daerah kita ini memiliki potensi ikan yang berlimpah. Namun sayangnya tidak dikonsumsi dengan baik, masyarakat justru lebih memilih makan mi instan. Mungkin karena proses dan pengolahannya cepat," ujar Prof Amar. 

Baca juga: Zuraida Hanum Membunuh Suaminya Hakim Jamaluddin, Kini Minta Ampun Tapi Hakim Ngotot Hukum Mati

Baca juga: Vicky Prasetyo Ungkap Curhatan Raffi Ahmad Soal Nagita Hamil: Jon Kayaknya Rafathar Bakal Punya Adik

Ditambahkan Ketua LPPM Untad Rusydi dirinya, berharap sinergi BKKBN dan Untad dapat terus dilakukan. 

Terutama dalam memberikan pengetahuan dan pemahaman soal stunting kepada mahasiswa. 

"Kami berharap ke depan saat penerimaan mahasiswa baru, pihak BKKBN bisa membekali mahasiswa dengan materi program bangga kencana, khususnya terkait stunting," ucap Rusydi. (*)

Penulis: fandy ahmat
Editor: Haqir Muhakir
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved