Breaking News:

Nekat Curi Barang Bukti Emas 1.900 Gram, Pegawai KPK Ini Dijatuhi Hukuman Berat

Pegawai KPK inisial IGAS terbukti telah melakukan pelanggaran kode etik, yaitu pencurian barang bukti emas seberat 1.900 gram.

TRIBUNNEWS/HERUDIN
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). 

TRIBUNPALU.COM - Pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) inisial IGAS terbukti telah melakukan pelanggaran kode etik, yaitu pencurian barang bukti emas batangan seberat 1.900 gram.

Akibat perbuatannya itu, IGAS dijatuhi hukuman berat oleh Dewan Pengawas (Dewas) KPK.

"Bentuknya adalah emas batangan, kalau ditotal semua jumlahnya adalah 1.900 gram, jadi kurang 100 gram 2 kilo," ucap Ketua Dewas KPK Tumpak H Panggabean dalam konferensi pers, Kamis (8/4/2021).

Dijelaskan Tumpak, pencurian barang bukti dilakukan IGAS dengan alasan untuk membayar utang.

Baca juga: Ramai Pria Meninggal saat Dikerik, Ini Sederet Fakta soal Kerokan, Benar Bermanfaat Bagi Tubuh?

Baca juga: Heboh soal Bayar Royalti Hak Cipta Lagu dan Musik, Ini Tanggapan Kunto Aji: Simpan Kekhawatiranmu

Baca juga: Cara Tepat Membangunkan Sahur Ramadhan Sesuai Sunah Nabi Muhammad, Hindari Berteriak Pakai Kentongan

Diketahui IGAS merupakan salah satu pegawai KPK yang memiliki kewenangan menyimpan barang bukti, termasuk emas batangan seberat 1.900 gram.

"Sebagian daripada barang yang sudah diambil ini yang dikategorikan sebagai pencurian atau setidak-tidaknya penggelapan ini digadaikan oleh yang bersangkutan karena yang bersangkutan memerlukan sejumlah dana untuk pembayaran utang-utangnya, cukup banyak utangnya karena yang bersangkutan ini terlibat dalam satu bisnis yang tidak jelas, forex-forex itu," ucap Tumpak.

"Oleh karena itu, maka yang bersangkutan ini kemudian kita adili tadi, dengan telah kita putuskan dengan amarnya bahwa yang bersangkutan melakukan suatu pelanggaran kode etik, tidak jujur, menyalahgunakan kewenangannya, untuk kepentingan pribadinya, dan ini adalah suatu pelanggaran terhadap nilai-nilai integritas," imbuh Tumpak.

Baca juga: Update Korban Banjir Bandang dan Longsor NTT: 138 Orang Dilaporkan Tewas, 61 Orang Hilang

Baca juga: Satu Tahun Kepergian Glenn Fredly, Mutia Ayu Datangi Makam sang Suami, Akui Masih Merasa Kehilangan

Baca juga: TMII Diambil Alih Negara, Fadli Zon Beri Peringatan: Jangan Sampai Dijual untuk Bayar Utang

Buntut dari pelanggaran tersebut, IGAS harus menerima konsekuensi diberhentikan secara tidak hormat.

Dirinya dinilai telah merugikan negara dan merusak citra KPK.

"Dan karena perbuatannya, menimbulkan dampak yang sangat merugikan, berpotensi terjadinya juga kerugian keuangan negara, dan sudah terjadi bahwa citra KPK sebagai orang kenal sebagai integritas yang tinggi sudah ternodai," kata Tumpak.

"Oleh karena itu, majelis memutuskan yang bersangkutan perlu dijatuhi hukuman berat, yaitu memberhentikan yang bersangkutan dengan tidak hormat," tambahnya.(*)

Penulis: Haqir Muhakir
Editor: Muh Ruliansyah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved