Apakah FPI Terlibat Penyerangan di Makassar dan Mabes Polri? Begini Pendapat Mantan Teroris

Mantan teroris Sofyan Tsauri menilai organisasi Front Pembela Islam (FPI) tidak terlibat dalam penyerangan di Makassar dan Mabel Polri.

KOMPAS IMAGES/DHONI SETIAWAN
Front Pembela Islam (FPI) 

Pengalaman mengerikan dialami Soyfan ketika dirinya pernah diracun narapidana lainnya.

Baca juga: Dikira Lelucon, Warganet Terkejut Mengetahui Kisah Dibalik Wanita Pamer Tangan dan Wajah Hangus

Baca juga: Antisipasi Dampak Pemanasan Global, Akademisi Untad Sarankan Pemerintah 3 Hal Ini

Menurut Sofyan, hal itu terjadi ketika Habib Rizieq Shihab (HRS) menuduh dirinya sebagai intel yang sengaja menyusup di antara para napi kasus terorisme.

Tuduhan itu sempat memicu ketegangan di dalam penjara.

Banyak napi mulai tak percaya pada Sofyan hingga nekat melakukan percobaan pembunuhan.

“Saya itu pernah di dalam penjara dua kali diracun, oleh kelompok ini (napi kasus terorisme). Karena memang waktu itu kan Habib Rizieq ini pernah menuduh saya ini sebagai intel ceritanya.”

“Karena menuduh saya sebagai intel penyusup, akhirnya orang-orang ini ada yang percaya dengan kata Habib ini. Padahal saya ini dipenjara, kalau saya intel kan saya nggak dipenjara kan,” cerita Sofyan dilansir dari kanal YouTube Karni Ilyas Club, Sabtu (10/4/2021).

Sofyan mengaku hampir mati dua kali akibat diracun narapida kasus terorisme lainnya.

Saat itu dirinya sampai dilarikan ke rumah sakit dan mengalami muntah-muntah.

“Saya digabungkan dengan ikhwan-ikhwan yang lainnya sesama teroris, udah gitu dituduh intel, teman-teman jadi gaduh."

“Akhirnya saya diracun dua kali, entah pake racun tikus, yang jelas saya masuk rumah sakit, muntah-muntah saya,”

“Saya hampir mati waktu itu, tapi alhamdulliah dokter cepat mengobati saya, keluar muntah semua,” tutur Sofyan.

Akibat kejadian itu, Sofyan mendapat satu pelajaran penting tentang karakter para pelaku teror.

Ia menjelaskan bahwa penganut paham radikal siap membunuh dan merampas harta siapa saja yang dianggap penyusup atau intel.

“Dalam terminologi kelompok jihad, kalau orang sudah dituduh jasus atau intel itu pasti halal darah hartanya,” katanya.

Sofyan Tsauri adalah mantan teroris yang ditangkap setelah terungkap adanya pelatihan militer para penganut paham radikal di Aceh.

Baca juga: Update Covid-19 Sulteng 9 April 2021: Poso dan Banggai Zona Merah, Bangkep-Balut Zona Kuning

Baca juga: Bikin Sedih, Anak Kecil Cium Foto Ayahnya di Buku Yasin: Yah Gendong, Ayah Ganteng, Dah Ayah

Baca juga: Majukan Sepak Bola Lokal, Komisi IV DPRD Sulteng Dorong Stadion Gawalise Jadi Sport Center

Halaman
123
Sumber: Tribun Palu
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved