Breaking News:

Palu Hari Ini

Harga Tulang Iga Sapi di Pasar Tradisional Palu Melonjak 2 Hari Jelang Ramadhan 2021

Harga tulang iga sapi di pasar tradisonal Kota Palu melonjang 2 hari jelang puasa Ramadhan 2021, Minggu (11/4/2021) siang.

TRIBUNPALU.COM/NUR SALEHA
Penjual daging dan tulang sapi Fahrul, saat menjajakan dagangannya di dalam Pasar Inpres Palu, Minggu (11/4/2021) siang. 

Laporan Wartawan TribunPalu.com, Nur Saleha

TRIBUNPALU.COM, PALU - Harga tulang iga sapi di pasar tradisonal Kota Palu melonjang 2 hari jelang puasa Ramadhan 2021, Minggu (11/4/2021) siang.

Fahrul, pedagang daging dan tulang sapi di Pasar Inpres Palu mengungkapkan, harga jual tulang iga sapi mengikuti harga daging sapi.

"Harga jual tulang ini sampai Rp 100 ribu per kilogram, karena kami jual kasi seimbang dengan daging, sebelumnya Rp 70 ribu sampai Rp 80 ribu per kilogram" ungkapnya saat diwawancara TribunPalu.com, Minggu siang.

Menurutnya, kenaikan harga itu disebabkan peminat tulang iga sapi lebih banyak ketimbang daging.

"Kalau daging orang biasa sudah beli ayam kan jelang puasa, yang mereka cari ini tulangnya untuk bikin uwempoi atau kelado, nah tulang stoknya sedikit," ungkap Fahrul.

Baca juga: Jalan di Desa Uwemanje Sigi Tergenang Setiap Musim Hujan, Warga: Sejak Dulu Tidak Ada Perbaikan

Baca juga: Pangeran Harry Hadiri Pemakaman Kakeknya Tanpa Istri, Ini Alasan Meghan Markle Tak Bisa ke Inggris

Baca juga: Harga Daging Ayam di Pasar Inpres Palu Melonjak Jelang Ramadhan 2021, Ini Penjelasan Pedagang

Uwempoi dan kaledo merupakan makanan olahan tulang iga sapi khas daerah Kota Palu dan sekitarnya. 

Kata Fahrul, harga yang dia ambil dari pemotongan juga naik.

Yakni dari harga Rp 60 ribu menjadi Rp 70 ribu per kilogram.

Harga naik juga dikarenan perbandingan daging dan tulang berbeda

Jika hari biasa itu menurut Fahrul yang banyak laku daging sapi.

Tapi jelang puasa yang banyak laku adalah tulang.

"Kan satu ekor sapi itu perbandingannya seperti daging 60 jadi tulangnya itu cuma 40, makanya stok tulang cuma sedikit dan peminatnya banyak jadi harga jual juga meningkat itu susuai prinsip ekonomi kalau menurutku," pungkasnya. (*)

Penulis: Nur Saleha
Editor: Haqir Muhakir
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved