Isak Tangis Iringi Pemakaman Guru Nathan, Korban Penembakan KKB di Papua, Sang Ayah Sempat Pingsan

Suasana duka pecah saat jenazah guru Nathan hendak dimasukkan ke liang lahat, sang ayah pingsan.

Editor: Imam Saputro
Tribun Timur
Suasana pemakaman Guru Nathan 

Dewi menceritakan, sebelum kejadian, Yonathan sempat menghubunginya lewat telefon. 

Dewi panik lantaran Yonathan saat itu mengaku telah dikepung oleh KKB. 

Baca juga: 3 Jam Diguyur Hujan Deras, Puluhan Rumah Terendam Air di Balantak Selatan Banggai

Belum lama berbicara, Yonathan kemudian menutup telefon. 

Dewi semakin panik dan mencoba menghubungi beberapa kerabat Yonathan namun juga tak menjawab. 

"Ia (Yonathan) bilang kami sudah dikepung, tapi belum lama bicara telefon mati," ucap Dewi. 

Beberapa saat kemudian, Dewi kembali menghubungi Yonathan. 

Baca juga: 2 Guru Ditembak Mati, Pesan Kadisdik kepada KKB: Yang Kalian Bunuh Itu Mau Selamatkan Anak Kalian

Namun yang mengangkat telefon bukan Yonathan, melainkan orang yang tidak dikenal. 

"Saya telefon lagi tapi saat itu putus-putus, intinya bukan suara suami saya, yang angkat telefon tidak kukenal," sambungnya. 

Kemudian, kepastian Yonathan meninggal diketahui Dewi melalui media sosial Facebook. 

Di mana sejumlah kerabat Yonathan membuat status ucapan duka.

"Dari Facebook, pas kubuka langsung beberapa teman kirim ucapan duka dan posting foto suamiku," lanjut Dewi bercerita. 

Yonathan meninggalkan dua orang anak. Perempuan dan laki-laki. 

Anak pertamanya bernama Kirannuan berusia dua tahun. 

Kemudian bayi laki-lakinya yang masih berusia enam bulan bernama Arkana. 

Halaman
123
Sumber: Tribun Timur
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved