Breaking News:

Joki SBMPTN

BREAKING NEWS: Praktik Joki SBMPTN di Untad Terbongkar, Calon Mahasiswa Rela Setor Mahar Rp 300 Juta

Tiga orang diamankan pihak Universitas Tadulako (Untad) terkait kasus perjokian (UTBK-SBMPTN 2021.

TRIBUNPALU.COM/FANDY
Pelaksanaan UTBK-SBMPTN Untad, Senin (12/4/2021) 

Laporan Wartawan TribunPalu.com, Fandy Ahmat

TRIBUNPALU.COM, PALU - Tiga orang diamankan pihak Universitas Tadulako (Untad) terkait kasus perjokian Ujian Tulis Berbasis Komputer Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (UTBK-SBMPTN) 2021.

Para pelaku melakukan kecurangan saat ujian tengah berlangsung. 

Dari tiga orang itu, sebanyak dua orang mengikuti ujian di SMK Negeri 3 Palu dan satu lainnya di Untad. 

Pelaku masing-masing berinisial AL, MAT dan IS, diketahui mengambil tes masuk perguruan tinggi dengan pilihan fakultas kedokteran dan jurusan farmasi Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar.

Baca juga: Rintangan Warga Desa Kalumbatan Menuju Mesjid, Jalan Kayu Lapuk dan Berlubang Ancam Keselamatan

Baca juga: Kasus Positif di Sulteng Capai 11.748, Poso dan Banggai Masih Zona Merah, 10.831 Pasien Sembuh

Baca juga: Babak Baru Penganiayaan di RS Siloam Sriwijaya, Istri Pelaku Tuduh Perawat Psikopat, Netizen Geram

"Kemarin (16/4/2021) panitia mendapati tiga peserta UTBK melakukan kecurangan dengan menggunakan joki. Mereka menggunakan gawai, kaos hitam, modem dan headset yang termodifikasi," ungkap Koordinator Pelaksana UTBK Untad Yutdam Mudin, Sabtu (17/4/2021). 

Sebelumnya, Panitia UTBK Untad juga berhasil mengamankan satu peserta pengguna jasa joki berinisal VO pada Rabu (14/4/2021). 

Para pelaku menggunakan cara serupa, yakni dengan menggunakan kecanggihan perangkat sehingga peserta cukup menunggu arahan dari sang joki. 

Untuk ketiga pelaku terakhir, kata Yutdam, mereka diiming-imingi dapat lulus masuk ke program studi favorit dengan memberikan sejumlah uang.

Baca juga: Pesilat Cantik Uzbekistan Kecipratan Uang dari Kasus Suap Edhy Prabowo

Baca juga: Video Detik-detik Polisi Tangkap Pelaku Penganiaya Perawat RS Siloam, Gestur Tubuh jadi Sorotan

Baca juga: Dijenguk sang Bunda Ditahanan, Jeff Smith Ungkap Penyesalan Gunakan Narkoba dan Minta Maaf

"Dari pengakuan pelaku, mereka diminta membayar Rp 300 juta untuk fakultas kedokteran dan Rp 120 juta untuk jurusan farmasi. Sebelum mengikuti ujian, ketiganya harus membayar masing-masing Rp 20 juta sebagai tanda jadi," ujar Yutdam. 

Yutdam menambahkan, pihaknya telah melaporkan kejadian tersebut ke Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT). 

"Saat ini barang bukti sudah diamankan dan selebihnya akan ditangani LTMPT. Sesuai aturan berlaku, ketiganya dinyatakan gugur sebagai peserta UTBK-SBMPTN 2021," ucapnya. (*) 

Penulis: fandy ahmat
Editor: Muh Ruliansyah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved