Kronologi Kabinda Papua I Gusti Putu Danny Gugur Ditembak KKB

Baku tembak dengan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Kabinda Papua, Gusti Putu Danny Nugraha Karya Gugur

Istimewa
Kelompok Kriminal Separatis Bersenjata (KKSB) di Papua membakar dua unit rumah di Kabupaten Puncak, Papua. 

TRIBUNPALU.COM - Aparat di Distrik Beoga, Papua hingga saat ini masih terus melakukan penyergapan pasukan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB).

Hingga seorang Kepala Badan Intelijen Negara Daerah atau Kabinda Papua, Brigjen Gusti Putu Danny Nugraha Karya gugur.

Dilansir melalui kanal YouTube Kompas TV, Panglima Kodam 17 Cenderawasih Mayjen Ignatius Yogo Triyono membenarkan hal tersebut.

Kejadian bermula saat aparat dalam perjalanan melaksanakan observasi lapangan dan menentukan lokasi titik penyergapan pasukan.

Baca juga: Sosok Serda Pandu Kru KRI Nanggala, Belum Sempat Pakai Hadiah Sepatu PDL Ayah, Baru Nikah 2 Bulan

Baca juga: Kronologi Kabinda Papua Gugur Ditembak KKB, Diadang Saat Akan TInjau Kampung di Beoga, Puncak

Saat itu, rombongan Kabinda Papua dihadang dan ditembaki KKB.

Kabinda Papua ditembak sekitar pukul 15.30 WIT pada Minggu (25/4/2021)

Jenazah masih berada di lokasi kejadian, dan berencanakan akan dibawa Senin (26/4/2021) pagi menuju Timika.

Mayjen Ignatius Yogo Triyono mengaku saat ini komunikasinya dengan tim lapangan terputus.

Sehingga, terkait kronologi lengkap hingga Kabinda Papua harus gugur, ia belum mendapatkannya.

"Kita masih dalami, karena komunikasi yang susah antara Beoga," jelasnya.

Langkah yang terus dilakukan oleh aparat adalah observasi lapangan untuk mencegah terjadi kembali tindak kriminal.

Penentuan lokasi titik penyergapan pasukan juga terus dilakukan.

Perkembangan Pendidikan di Distrik Beoga

Setelah terjadi pembakaran sekolah dan beberapa bangunan yang dilakukan oleh kelompok kriminal bersenjata (KKB) di Distrik Beoga, kini pemerintah Papua mulai bergerak.

Pemerintah Daerah Kabupaten Puncak, Papua kembali membangun kembali sekolah yang dibakar 2 pekan lalu.

Selain itu, Bupati Danrem dan Kapolres mulai melakukan pertemuan bersama masyarakat setempat untuk membahas keamanan.

Dilansir melalui kanal YouTube Kompas TV, pasca penyerangan KKB aktivitas sekolah dan kesehatan terhenti.

Willem Wandik selaku bupati Puncak Jaya menjelaskan saat ini seluruh elemen sedang berupaya terus membagikan semangat.

"Guru-guru yang turun, dokter-dokter yang turun nanti kita akan berikan semangat kembali," jelasnya.

Mengenai rencana kedepannya terkait pendidikan, Pemerintah akan fokus pada bidang tersebut.

"Rencana kita kedepan akan fokus pendidikan, dan SD SMP fokus dalam kota, sehingga pendidikannya tidak terjadi masalah ke depan," ujar Willem Wandik.

Diketahui, KKB pada 17 April 2021 yang lalu membakar sejumlah bangunan sekolah di Distrik Beoga, Puncak, Papua.

Tak hanya bangunan sekolah, rumah kepala suku dan rumah dinas guru juga ikut dibakar oleh KKB.

Selain itu, KKB juga membunuh 2 orang guru pada waktu yang berdekatan.

Kejahatan yang dilakukan KKB ini diketahui sangat menganggu pikiran dan mental masyarakat Distrik Beoga.

Mengatasi hal tersebut, maka dilakukan pertemuan untuk membahas perihal situasi keamanan.

Jarak lokasi kejadian dengan pusat Distrik Beoga yang cukup jauh, mengakibatkan aparat keamanan tidak cukup waktu untuk melakukan penindakan saat kejadian berlangsung.

(TribunPalu.com/DindaNalifa)

Sumber: Tribun Palu
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved