Kepala BRIN Targetkan Ekonomi Jangka Panjang Bisa Lebih Baik Lewat Investasi dan Perkembangan IPTEK

Kepala BBRIN Laksana Tri Handoko mengatakan pihaknya memiliki target untuk memperbaiki perekonomian nasional dalam jangka panjang.

Handover
Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Laksana Tri Handoko 

"Kemudian kedua kami menyampaikan SDM dan ekonomi bisa meningkat slaah satu pintu masuknya dengan meningkatnya invesasi," ujarnya dalam sambutan tersebut.

Bahlil menjelasakan, tugas utama dari Kementerian Investasi juga menjembatani investor asing ke dalam negeri ataupun investor daerah menuju investor pusat.

Sesuai dengan arahan Presiden Jokowi dan UU Cipta Kerja, ia membeberkan apabila menahan investor ke Indonesia, sama saja memperlambat perekonomian nasional.

"Sesuai arahan bapak presiden dan UU Cipta Kerja kalau kita menahan investor masuk ke Indonesia, sama saja kita menahan pertumbuhan ekonomi negara," sambungnya.

Apabila hal tersebut terjadi, maka bisa dikatakan Indonesia akan tertahan di sektor lapangan pekerjaan.

"Sama saja itu menghambat lapangan pekerjaan yang mengakibatkan sumber pendapatan negara menurun," ujarnya.

Bahlil juga ingin meratakan investasi guna perkembangan ekonomi di seluruh pulau yang ada di Indonesia.

"Tidak hanya Jawa saja, tapi investasi kita buka untuk seluruh pulau," ungkap Bahlil.

Baca juga: Sadar Diri Tak Mungkin Jadi Menteri Jokowi, Fadli Zon: Saya Dianggap Tukang Kritik

Baca juga: Siapa Itu Raspel Ali? Punya Kekayaan Rp 14 M, Diisukan Jadi Menteri Pertanian Gantikan SYL

Perusahaan-perusahaan kelas menengah juga menjadi fokus kerjanya, sehingga tidak hanya mengurusi perusahaan besar saja.

Hal tersebut harus dikolaborasikan agar pertumbuhan ekonomi Indonesia bisa meningkat.

"Jangan hanya perusahana besar saja yang diurus, perusahaan menangah juga perlu agar ekonomi tumbuh dengan baik," sambung Bahlil dalam sambutan tersebut.

Poin-poin yang sudah disampaikan Bahlil merupakan permulaannya untuk menciptakan lapangan pekrjaan.

Ia membeberkan, terdapat sekitar 16 juta orang yang saat ini harus diperhatikan lapangan pekerjaannya.

"60% konsumsi, 30% investasi. Maka ini tugas utama kami untuk mempersiapkan lapangan pekerjaan bagi 16 juta orang di Indonesia," pungkasnya.

Jadi Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi, Nadiem: Ini Bidang yang Sangat Dekat di Hati Saya

Halaman
123
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved