Senin, 20 April 2026

Pemerintah Tetapkan KKB Papua Sebagai Kelompok Teroris

Menkopolhukam Mahfud MD menyatakan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Papua merupakan tindakan terorisme.

Kompas.com/Kristian Erdianto
FOTO ILUSTRASI: Menkopolhukam Mahfud MD menyatakan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Papua merupakan tindakan terorisme. 

Hal itu disampaikan saat konfersensi pers yang tayang di YouTube Kompas TV, Rabu (28/4/2021).

"Kami memberikan penghargaan setinggi-tingginya dan kenaikan pangkat luar biasa dengan gelar anumerta kepada Bharada I Komang Wiranata," ujarnya dalam konferensi pers tersebut.

Baca juga: Kekerasan di Papua Makin Masif, Pemerintah Tetapkan KKB Sebagai Organisasi Teroris

Baca juga: KKB Tak Diberi Ampun Lagi, 400 Prajurit TNI Berjuluk Pasukan Setan Dikirim ke Papua

Tak hanya Komang, dua anggota Polri juga ikut ditembak oleh Kelompok Separatis dan Teroris (KST) Papua.

Mereka ialah Ipda Anton Tonapa dan Bripka Muhammad Syarifudin.

"Dari kejadian tersebut juga ada personil Polri, Ipda Anton Tonapa dan Bripka Muhammad Syarifudin," sambungnya.

Dalam keterangan persnya, Polri juga akan memberikan penghargaan berupa kenaikan pangkat luar biasa dan berhak mengikuti pendidikan prioritas bagi keduanya.

"Kami memebrikan reward kepada mereka, kenaikan pangkat luar biasa dan kesempatan mengikuti prioritas pendidikan," ungkap Sigit.

Hingga saat ini, Ipda Anton dan Bripka Syarifudin masih dalam perawatan di Rumah Sakit.

Seorang anggota Brimob, Bharada I Komang tewas ditembak oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Ilaga, Kabupaten Puncak, Selasa (27/4/2021) siang.
Seorang anggota Brimob, Bharada I Komang tewas ditembak oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Ilaga, Kabupaten Puncak, Selasa (27/4/2021) siang. (Handover)

Baca juga: Jokowi Instruksikan TNI-Polri Serbu KKB Papua, Nyali OPM Seketika Ciut hingga Minta Berunding

Baca juga: Surat OPM Usai Jokowi Instruksikan TNI-Polri Serbu KKB Papua: Mari Berunding

Lebih lanjut, Kapolri menjelaskan korban dari kelompok yang dulunya bernama KKB Papua ini bukan hanya menyerang TNI dan Polri saja, tetapi juga warga sipil seperti guru, murid, pendeta dan sebagainya.

Oleh karena itu, Jenderal Sigit meminta kepada seluruh polisi yang menangani kasus tersebut untuk tetap terus bersemangat dalam melindungi masyarakat di Papua.

"Saya memberi motivasi kepada seluruh anggota yang ada di Papua untuk terus bersemangat," bebernya.

Polri juga siap mendukung segala kebutuhan yang diperlukan oleh anggotanya dalam melakukan penegakan hukum di Indonesia.

"Kami siap mensupport apapun yang diperlukan dalam melakukan penegakan hukum tersebut," kata Jenderal Sigit.

Ia menegaskan seluruh anggota yang bertugas merupakan tanggungan institusi dan menjadi komitmen Polri untuk selalu memotivasi mereka.

"Anggota yang bertugas betul-betul menjadi tanggungan institusi, menjadi komitmen kami untuk mendorong dan motivasi," pungkasnya.

Baca juga: Kapolri Berikan Gelar Anumerta untuk Bharada I Komang Wiranata yang Gugur oleh KKB Papua

Baca juga: Kaget Munarman Ditangkap, Nahra Politisi PAN: Saya Pikir Densus 88 Mau Serbu KKB Papua

Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved