Breaking News:

KKB Papua

Komnas HAM Khawatir KKB Dilabeli Teroris Malah Menutup Jalan Damai, Janji Jokowi Ditagih

Ketua Komnas HAM Ahmad Taufan Damanik mengaku khawatir palabelan teroris terhadap KKB malam menjadi jalan buntu perdamaian di Papua.

handover/tribunnews
Anggota KKB di Intan Jaya, Papua 

TRIBUNPALU.COM - Ketua Komnas HAM Ahmad Taufan Damanik mengaku khawatir palabelan teroris terhadap Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) malam menjadi jalan buntu perdamaian di Papua.

Taufan mengatakan Komnas HAM sangat khawatir atas kemungkinan eskalasi kekerasan setelah penetapan status teroris untuk KKB.

Tentu saja, kata Taufan, pihaknya mengutuk keras berbagai aksi kekerasan yang dilakukan oleh KKB, baik yang ditujukan kepada orang sipil mau pun kepada aparat keamanan. 

Seruan tokoh agama dan masyarakat Papua yang disampaikan ke Komnas HAM selama ini, kata dia, selalu menginginkan penyelesaian damai agar masyarakat Papua bisa hidup aman dan meneruskan pembangunan daerah mereka yang sangat tertinggal dibandingkan daerah lain di Indonesia.

Baca juga: Sulawesi Tengah Miliki 12 Desa Mandiri, Berikut Lokasinya

Baca juga: KKB Dilabeli Teroris Dinilai Sebagai Kebijakan Terburuk Jokowi atas Papua

Baca juga: Simpatisan Padati Pintu Gedung Pelantikan Bupati Morut dan Touna, Kerumunan Tak Terhindarkan

Suara perdamaian dari para tokoh masyarakat itu, kata Taufan, sudah disampaikan pihaknya kepada Presiden Joko Widodo, pimpinan Polri-TNI dan pejabat pemerintahan lainnya pada berbagai kesempatan.

Pendekatan keamanan yang dilakukan selama ini, kata dia, belum berhasil dan masih menyisakan banyak catatan kekerasan dan pelanggaran HAM, baik dari aparat mau pun dari kelompok bersenjata yang ingin merdeka. 

Karena itu, kata dia, di dalam berbagai kesempatan pertemuan dengan pihak pemerintah sudah disampaikan keinginan untuk mengkaji ulang pendekatan keamanan yang selama ini belum berhasil dengan lebih mengedepankan jalan damai dan pendekatan kesejahteraan. 

Komnas HAM, kata dia, bahkan sudah mengambil inisiatif untuk membangun dialog dengan berbagai kelompok di Papua dan berencana akan semakin mengintensifkan jalan damai tersebut.

Inisiatif tersebut, kata Taufan, disambut baik oleh pemerintah pusat dan juga pemerintah daerah.

"Namun, kebijakan baru yang mengubah status KKB menjadi organisasi teroris, kami khawatirkan akan mengubah situasi sosial politik di Papua menuju jalan buntu penyelesaian yang damai tersebut," kata Taufan ketika dihubungi Tribunnews.com pada Kamis (29/4/2021).

Baca juga: Kagum Amien Rais Bikin Partai, Wasekjen Demokrat: Jenderal Malah Pilih Jalan Begal

Baca juga: Data WNI Positif Covid-19 di Luar Negeri, 30 April 2021: Ada 5 Kasus Baru Tersebar di 3 Negara

Baca juga: Ratusan Liter Cap Tikus di Sigi Disita, Polisi: Berantas Pekat Jelang Idulfitri

Halaman
123
Editor: Muh Ruliansyah
Sumber: Tribun Papua
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved