Breaking News:

Webinar OJK Sulteng

Ustaz Maulana Terharu Lihat Warga Sulteng Bangkit Pascabencana: Sabar itu Bergerak dan Berusaha

Dua tahu tujuh bulan berlalu, tetapi bayangan peristiwa gempa, tsunami dan likuifaksi masih ada di benak pendakwah kondang Ustaz Muhammad Nur Maulana.

TRIBUNPALU.COM
Ustaz Muhammad Nur Maulana saat mengisi ceramah di webinar OJK Sulawesi Tengah, Kamis (29/4/2021)  

Laporan Wartawan TribunPalu.com, Fandy Ahmat

TRIBUNPALU.COM, PALU - Dua tahu tujuh bulan berlalu, tetapi bayangan peristiwa gempa, tsunami dan likuifaksi masih ada di benak pendakwah kondang Ustaz Muhammad Nur Maulana

Namun perlahan tapi pasti, dukacita mendalam atas peristiwa tersebut kini mulai surut. 

Saat mengisi ceramah di acara webinar Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sulawesi Tengah, Kamis (29/4/2021), pendakwah sal Sulawesi Selatan itu terharu melihat masyarakat Palu dan sekitarnya mulai bangkit dan mencoba untuk menata kehidupannya kembali. 

"Kegiatan ini adalah bagian dari melatih diri untuk tetap sabar pasca bencana 2018 lalu. Saya terharu melihat kegiatan di OJK Sulteng, semarak sekali terlihat di sana," ujar Ustaz Maulana melalui sambungan via Zoom, Kamis (29/4/2021). 

Baca juga: Wagub Rusli Dg Palabbi: Industri Perbankan Syariah Bantu Pertumbuhan Ekonomi Sulawesi Tengah

Baca juga: Guru PNS di Solo Dicopot dari Jabatannya karena Jadi Istri Kedua ASN, Begini Tanggapan Gibran

Baca juga: Skandal Video CCTV Munarman di Hotel, Rocky Gerung: Moralitasnya Dijegal Supaya Setara HRS

Ustaz yang terkenal dengan slogannya 'jamaah oh jamaah' ini mengaku sempat ingin menghadiri kegiatan seminar secara langsung. 

Namun karena pandemi covid-19, niat tersebut akhirnya dibatalkan. 

"Saya sudah ditawari untuk terbang ke Palu, tapi kondisi tidak memungkinkan. Lebih baik kita mengikuti protokol. Apalagi sekarang ada larangan mudik, jangan sampai saya dikira mudik karena banyak keluarga saya di Palu," ungkap Ustaz Maulana

Ustaz Maulana pada kesempatan itu memberi ceramah mengenai kesabaran. 

Makna 'sabar', kata dia, bukan berarti berdiam diri ataupun pasrah. 

Halaman
12
Penulis: fandy ahmat
Editor: Haqir Muhakir
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved