Breaking News:

Hari Kartini 2021

Akademisi Untad: Perempuan Masih Tertinggal dalam Pendidikan

Wanita akrab disapa Inun itu melihat masih banyak perempuan di tanah air belum mendapatkan Pendidikan, khususnya di jenjang Perguruan Tinggi. 

handover
Akademisi Universitas Tadulako (Untad) Nudiatulhuda Mangun 

Laporan Wartawan TribunPalu.com, Fandy Ahmat

TRIBUNPALU.COM, PALU - Akademisi Universitas Tadulako (Untad) Nudiatulhuda Mangun menilai kesempatan perempuan dalam mengakses Pendidikan perlu ditingkatkan.

Wanita akrab disapa Inun itu melihat masih banyak perempuan di tanah air belum mendapatkan Pendidikan, khususnya di jenjang Perguruan Tinggi

Data Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) 2016, rata-rata perempuan mendapat Pendidikan sampai kelas 2 SMP saja, dengan rata-rata lama bersekolah selama 7,5 tahun.

Sedangkan Badan Pusat Statistik (BPS) 2019 menunjukkan, angka melek huruf pada perempuan lebih rendah dari laki-laki dengan berada di angka 94,33 persen, sedangkan laki-laki 97,48 persen.

"Selama 35 tahun mengajar, saya melihat semakin tinggi strata Pendidikan, jumlah perempuan semakin menurun. Misal SD-SMP jumlah laki-laki dan perempuan relatif sama. Tetapi memasuki SMA jumlah perempuan menurun, apalagi di Perguruan Tinggi," jelas Inun, Sabtu (1/5/2021). 

Baca juga: 27 Ribu Buruh Sulteng Dirumahkan Selama Pandemi, FSPNI Minta Pemkot Tarik Investor

Baca juga: Imbau Perempuan Teruskan Perjuangan Kartini, Mahasiswi Untad: Tetaplah Jadi Pelita

Padahal menurut Inun, justru perempuan memiliki kesempatan sama untuk menuntut ilmu setinggi-tingginya.

Bahkan, kata dia, Pendidikan untuk perempuan telah lama diperjuangkan di Indonesia melalui sosok Raden Ajeng Kartini

Menurut Inun, dalam lingkungan keluarga, terutama ibu, merupakan garda terdepan dalam menerapkan Pendidikan untuk seorang anak sebelum mereka memulainya di sekolah formal.

"Secara psikologis, perempuan itu bertanggungjawab untuk menghidupi keluarganya, mendidik dan memberi makan anak. Tetapi itu bukan penghalang bagi mereka untuk mengenyam pendidikan. Sementara membimbing anak itu butuh ilmu. Perempuan berperan menyiapkan anak sebelum menduduki bangku sekolah," ucapnya.(*) 

Penulis: fandy ahmat
Editor: mahyuddin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved