Breaking News:

Banggai Hari Ini

Aparat Gabungan Pasang Portal di Perbatasan Banggai dan Tojo Unauna - Morowali Utara

Aparat gabungan akan memasang portal di pintu perbatasan untuk mengantisipasi masyarakat yang nekat mudik lebaran Idulfitri 1442 hijriyah.

Handover
Rapat koordinasi larangan mudik lebaran di ruang kerja Kepala Dinas Perhubungan Banggai Tasrik Djibran, Jalan MT Haryono, Kelurahan Luwuk, Kecamatan Luwuk, Selasa (4/5/2021). 

Laporan Wartawan TribunPalu.com, Asnawi Zikri

TRIBUNPALU.COM, BANGGAI — Aparat gabungan TNI-Polri, Satpol PP, Dinas Perhubungan dan Dinas Kesehatan Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah akan memasang portal di pintu perbatasan untuk mengantisipasi masyarakat yang nekat mudik lebaran Idulfitri 2021 alias 1442 hijriyah.

Kebijakan ini disepakti saat rapat koordinasi di ruang kerja Kepala Dinas Perhubungan Banggai Tasrik Djibran, Jalan MT Haryono, Kelurahan Luwuk, Kecamatan Luwuk, Selasa (4/5/2021) siang.

Kepala Satuan Lalu Lintas Polres Banggai, AKP I Dewa Made Arda yang ikut dalam rapat tersebut mengaku, aparat gabungan akan bersiaga 1x24 jam di portal perbatasan selama larangan mudik yang sudah ditetapkan pemerintah mulai tanggal 6 hingga 17 Mei 2021 nanti.

Portal itu akan dipasang di Desa Balingara, Kecamatan Nuhon yang berbatasan dengan Kabupaten Tojo Unauna, dan di Desa Lembah Kramat, Kecamatan Toili Barat yang berbatasan dengan Kabupaten Morowali Utara.

Baca juga: Ancaman Wali Kota Hadianto untuk ASN yang Nekat Mudik: Turunkan Pangkat

Baca juga: BMKG: Prakiraan Cuaca Besok Rabu 5 Mei 2021 di Sulteng: Palu Cerah Berawan, Ampana Hujan Ringan

Baca juga: Larangan Mudik di Palu Tak Berlaku Bagi Warga dari 3 Daerah Ini

Dewa menyatakan, masyarakat yang nekat mudik akan dihadang lalu diperintahkan kembali atau putar balik.

“Kita sudah sepakat dalam rapat tadi, bahwa masyarakat yang nekat mudik akan diperintahkan putar balik, baik itu kendaraan roda maupun roda empat,” tegas Dewa kepada TribunPalu.com seusai rapat koordinasi, siang tadi.

Ada pengecualian kendaraan yang dizinkan melintas, seperti ASN dan TNI-Polri yang menjalankan tugas Negara, ibu hamil, orang sakit, orang yang berduka, dan kendaraan yang mengangkut logistik atau kebutuhan bahan pokok.

“Kalau ambulans yang mengangkut orang sakit, dan truk mengangkut logistik kami izinkan,” tutur Dewa.

Meski begitu, pihaknya masih menunggu surat edaran dari Pemerintah Daerah Kabupaten Banggai dari hasil rapat koordinasi tersebut untuk menjadi dasar pelaksanaan larangan mudik di perbatasan Banggai-Tojo Ununa dan Banggai-Morowali Utara. (*)

Penulis: Asnawi Zikri
Editor: Haqir Muhakir
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved