Breaking News:

Sulteng Hari Ini

Soal Dampak Tambang Ilegal di Bolano Lambunu, Wagub Sulteng: Petani Tidak Bisa Lagi Menanam

Wakil Gubernur Sulteng Rusli Dg Palabbi meninjau tambang emas ilegal di Desa Kota Nagaya Kecamatan Bolano Lambunu, Parigi Moutong, Kamis (6/5/2021).

Penulis: Moh Salam
Editor: Haqir Muhakir
Handover
Wagub Sulteng Rusli Dg Palabbi saat bertemu dengan warga Desa Kota Nagaya Parimo, Kamis (6/5/2021) siang. 

Laporan Wartawan TribunPalu.com, Moh Salam

TRIBUNPALU.COM, PARIMO - Wakil Gubernur Sulteng Rusli Dg Palabbi meninjau tambang emas ilegal di Desa Kota Nagaya, Kecamatan Bolano Lambunu, Parigi Moutong, Kamis (6/5/2021).

Wagub Rusli datang bersama Ketua Komisi III DPRD Sulteng Sony Chandra dan Wakil Bupati Parimo Badrun Ngai.

Wakil Gubernur Sulawesi Tengah Rusli Dg Palabbi mengatakan, kedatangannya untuk melihat kondisi masyarakat serta dampak pencemaran aktivitas pertambangan emas ilegal di Bolano Lambunu.

"Saya pastikan bahwa proses penambangan emas itu adalah Ilegal dan sudah beberapa kali berpindah-pindah tangan," ujar Rusli.

Anggota DPRD Sulteng periode 2009-2014 itu juga menjelaskan, saat ini dampak dari pencemaran tambang ilegal itu membuat petani tidak bisa lagi menanam.

Baca juga: Perbatasan Parimo-Poso Dijaga Ketat Aparat Gabungan, Kapolsek: Agar Warga Tidak Mudik

Baca juga: Mudik Dilarang tapi Tempat Wisata Dibuka, Berikut Komentar PMII Sulteng

Baca juga: Ramalan Zodiak Cinta Sabtu 8 Mei 2021: Libra Jangan Tergoda Orang Ketiga, Sagitarius saatnya Move On

"Kalau seperti ini dampak terbesar sudah dirasakan masyarakat, ada laporannya tanah sawahnya sudah mengeras sehingga tidak bisa ditanam lagi sama petani," kata Rusli.

Dalam waktu dekat dirinya meminta perusahaan penambang emas ilegal harus bertanggung jawab akan pencemaran air di Bolano Lambunu tersebut.

"saya minta diundang Perusahaan Penambang siapa yang bertanggung jawab atas operasional tambang tersebut," tambahnya.

Sesuai pernyataan Wakil Bupati Parigi Moutong bahwa perusahaan itu belum ada rekomendasi dari Pemda Kabupaten Parigi Moutong. (*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved