Larangan Mudik Idulfitri 2021

WNA China Masuk saat Mudik Dilarang, Mahasiswa IAIN Palu: Pemerintah Tidak Konsisten

Masuknya warga negara asing (WNA) China di saat pemerintah memberlakukan larangan mudik Idulfitri 2021, menuai komentar dari berbagai kalangan.

Penulis: fandy ahmat | Editor: Haqir Muhakir
Handover
Mahasiswa IAIN Palu Fandi Alang 

Laporan Wartawan TribunPalu.com, Fandy Ahmat

TRIBUNPALU.COM, PALU

Mahasiswa Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Palu Fandi Alang menilai kebijakan penanganan Covid-19 pemerintah tidak konsisten. 

Fandi menyayangkan sikap pemerintah seolah membolehkan WNA dapat leluasa masuk di tengah larangan mudik. 

Seperti kehadiran puluhan tenaga kerja asing (TKA) asal China melalui Bandar Udara Soekarno-Hatta pada Selasa (4/5/2021) lalu. 

"Saat ini pemerintah begitu ketat melarang masyarakat mudik, tetapi memberi kelonggaran terhadap WNA China masuk ke Indonesia," ujar Fandi, Minggu (9/5/2021). 

Baca juga: Dapat Pembelaan Soal Isu Dirinya Hamil, Ekspresi Nissa Sabyan saat Lihat Ayus Tuai Sorotan

Baca juga: Video Tutorial Salat Idul Fitri, Lengkap dengan Penjelasan Tata Cara dan Bacaan Doa Niatnya

Baca juga: Ikhlas atas Kepergian Raditya Oloan, Putra Sulung Joanna Ungkap Rasa Bangganya pada sang Ayah

Ketidakkonsistenan ini juga, kata Fandi, terlihat dari seringnya pemerintah mengubah kebijakan dalam waktu singkat. 

"Jelang Lebaran, pemerintah seolah tak henti-hentinya mengeluarkan kebijakan yang tidak jelas. Pemerintah dituntut konsisten dengan kebijakannya," kata pria asal Parigi Moutong itu. 

Menurutnya, apabila pintu bagi WNA dibuka, pemerintah sama saja berlaku diskriminatif terhadap warganya sendiri. 

Selain itu, ia juga menilai bahwa belanja baju Lebaran sudah menjadi tradisi masyarakat Indonesia sehingga tidak bisa dibendung meski ada pandemi. 

Olehnya, ia meminta juga pemerintah turut mengedukasi soal langkah pencegahan Covid-19 kepada pengunjung maupun pelaku usaha. 

"Pemerintah jangan hanya fokus pada pelarangan mudik saja, namun juga pada titik-titik yang berpotensi menyebabkan kerumunan," ucapnya. (*) 

  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved