Minggu, 19 April 2026

Kemenhub Perketat Penyekatan Mudik dan Antisipasi Pergerakan Masyarakat setelah Lebaran

Juru Bicara Kemenhub Adita Irawati mengatakan pihaknya akan melakukan pengetatan lebih intensif untuk memantau pergerakan transportasi darat.

TRIBUN JABAR/DENI DENASWARA
FOTO ILUSTRASI: Kementerian Perhubungan akan lakukan pengetatan arus mudik dan balik di lebaran 2021 

Untuk usulan yang pertama, pihaknya mengimbau kepada masyarakat untuk menunda kepulangan sejenak.

Hal ini disebutkan Menteri Budi lantaran jika tetap balik maka akan terjadi kerumuman dalam suatu tempat.

"Pertama kami usulkan untuk menunda kepulangan, agar tidak bertemu dalam satu tempat," sambungnya.

Kemudian yang kedua, pihaknya meminta untuk dilakukan tracing yang lebih intensif terhadap para pemudik yang sudah kembali ke kota-kota besar.

Ia meminta tracing difokuskan pada pemudik yang berasal dari kota-kota besar seperti Madiun, Ngawi, Solo, Jogja bahkan Jakarta.

"Kedua kami meminta untuk dilakukan tracing yang intensif dnegan konsentrasi pemudik terbesar, seperti Madiun, Ngawi, Solo, Jogja, Semarang bahkan Jakarta," ungkapnya.

Baca juga: Direktur Perkapalan Kemenhub Sebut Pelarungan Jenazah ABK WNI ke Laut Sudah Sesuai Prosedur

Baca juga: Beredar Isu Sepeda akan Dipungut Pajak, Kemenhub Beri Klarifikasi

Baca juga: Catat! Ini Aturan Terbaru dari Kemenhub untuk Pesepeda

Menteri Budi juga meminta Kementerian Kesehatan (Kemenkes) untuk memberikan fasilitas vaksin gratis kepada masyarakat pengguna jalur darat yang baru saja balik dari kampung halaman masing-masing.

"Kami harap Menkes bisa memberikan vaksin gratis untuk mereka yang menggunakan jalur darat," ujarnya.

Berdasarkan data yang sudah diperoleh oleh Kemenhub, akan ada sekitar 22 persen atau sekitar 3,6 juta pemudik yang kembali ke kota besar.

Oleh karenanya, Kemenhub mengusulkan kedua hal tersebut.

"Rencana arus balik sekitar 22 persen. Artinya ada kurang lebih 3,6 juta orang yang akan kembali," pungkasnya.

Polisi Putar Balikkan Pemudik di H+1 Lebaran di 400 ribu Titik Penyekatan

Meskipun sudah dilakukan penyekatan oleh pihak kepolisian untuk arus mudik 2021, hingga H+1 lebaran masih didapati masyarakat yang nekat melakukan perjalanan jarak jauh.

Baca juga: Menteri Perhubungan: Larangan Mudik 6 hingga 17 Mei 2021 Mendapat Respon Positif dari Masyarakat

Baca juga: Soroti Kedatangan TKA China di Tengah Larangan Mudik, Fadli Zon: Siapa Tuan Rumah di Negeri Ini?

Baca juga: Kebohongan Dani Pria yang Ngaku Mudik Jalan Kaki Terbongkar, Bukan Gombong ke Bandung Tujuannya

Kabag Ops Korlantas Polri Kombes Pol Rudy Antariksawan mengatakan maish terdapat kendaraan yang diputar balikkan petugas di posko penyekatan.

Dilansir dari laman Tribunnews.com, pihaknya membenarkan terdapat lebih dari 400 ribu kendaraan yang diputarbalikkan di posko penyekatan di Indonesia pada Jumat (14/5/2021).

Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved