Pasar Simpong Terbakar

Lapak di Pasar Simpong Banggai Ludes Terbakar, 300 Pedagang Merugi

Mereka terpaksa harus menyelamatkan barang-barang berharga dari amukan si jago merah yang mengganas di pagi hari itu.

Penulis: Asnawi Zikri | Editor: mahyuddin
TRIBUNPALU.COM/NAWI
Kebakaran di Pasar Simpong, Jl Baru, Kelurahan Simpong, Kecamatan Luwuk, Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah, Kamis (13/5/2021). Sedikitnya 300 pedagang kehilangan tempat berjualan di pasar tersebut. 

Laporan Wartawan TribunPalu.com, Asnawi Zikri

TRIBUNPALU.COM, BANGGAI - Pedagang Pasar Simpong, Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah, tak merasakan semarak Lebaran dan Kenaikan Isa Almasih seperti warga pada umumnya.

Api melalap habis ratusan kios di pasar yang berada di Jl Baru, Kelurahan Simpong, Kecamatan Luwuk tersebut.

Tak hanya kios, rumah dan ruko di kawasan tersebut juga dilalap api.

Banyak pedagang urung ke masjid dan turut berusaha memadamkan api

Mereka terpaksa harus menyelamatkan barang-barang berharga dari amukan si jago merah yang mengganas di pagi hari itu.

Suara takbir dari pengeras suara masjid mengiringi langkah pedagang menerobos masuk ke dalam gumpalan asap hitam tebal, lalu keluar sembari memikul barang-barang berharga untuk diselamatkan ke tempat aman.

Sirine mobil pemadam kebakaran membelah kerumunan, petugas pemadam dibantu TNI-Polri dan warga berusaha menjinakkan api.

Armada milik Kompi Yonif 714 Sintuwu Maroso bolak balik mengangkut barang-barang pedagang.

“Saya hanya selamatkan berkas-berkas. Pakaian dan barang-barang lain saya tinggalkan begitu saja,” ungkap seorang pedagang, Farli Ali.

Kebakaran di Pasar Simpong, Jl Baru, Kelurahan Simpong, Kecamatan Luwuk, Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah, Kamis (13/5/2021). Sedikitnya 300 pedagang kehilangan tempat berjualan di pasar tersebut.
Kebakaran di Pasar Simpong, Jl Baru, Kelurahan Simpong, Kecamatan Luwuk, Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah, Kamis (13/5/2021). Sedikitnya 300 pedagang kehilangan tempat berjualan di pasar tersebut. (TRIBUNPALU.COM/NAWI)

Di pagi itu, Farli bersama keluarganya sudah siap-siap ke masjid, tetapi tiba-tiba terdengar suara teriakan kebakaran dari tetangganya.

Farli langsung bergegas menyelamatkan anak istrinya, mengambil ransel berisi berkas penting, lalu keluar rumah.

“Itu rumah saya di samping. Sedikit lagi habis,” tutur Farli sembari menunjuk batas api yang tinggal beberapa meter saja melahap rumahnya.

Petugas pemadam kebakaran Kabupaten Banggai menerjunkan tiga armada tembak, satu armada suplai, lalu dibantu satu armada suplai BPBD, satu armada suplai PDAM, dan satu armada suplai milik PMI Banggai.

Halaman
1234
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved