Dampak Psikologis Pertanyaan 'Kapan Nikah' Menurut Ustaz dan Psikolog
Pertanyaan 'kapan nikah' biasanya ditujukan kepada anak muda yang usianya sudah cukup matang untuk menikah, namun tak kunjung bertemu jodohnya.
TRIBUNPALU.COM - Pertanyaan 'kapan nikah' biasanya ditujukan kepada anak muda yang usianya sudah cukup matang untuk menikah, namun tak kunjung bertemu dengan tambatan hatinya.
Terlebih pertanyaan itu kerap dijumpai saat berkumpul bersama keluarga dan sanak saudara sata momentum Hari Raya Idul Fitri.
Respon seseorang dalam menanggapi pertanyaan tersebut juga cukup beragam.
Beberapa orang justru hanya menganggapnya suara semata saja, namun juga ada orang yang memikirkan hal itu terlalu dalam.
Untuk menjawab pertanyaan tersebut, berikut ini TribunPalu informasikan beberapa pendapat terkait pertanyaan 'kapan nikah' dari ustaz dan psikolog.
Baca juga: Atta Halilintar dan Aurel Hermansyah Saling Bongkar Kebiasaan Unik setelah Nikah: Khawatir Berantem
Baca juga: Sosok Serda Pandu Kru KRI Nanggala, Belum Sempat Pakai Hadiah Sepatu PDL Ayah, Baru Nikah 2 Bulan
Pendapat Ustaz Abdul Somad
Menanggapi pertanyaan jemaah yang menyinggung tentang 'kapan nikah', Ustaz Abdul Somad (UAS) menjelaskan hal tersebut.
Menurutnya, pertanyaan 'kapan nikah' bisa menyakiti hati seseorang.
Tak hanya pertanyaan itu, hati seseorang yang ditanya 'kapan punya anak' juga akan merasakan hal yang sama.
Ia mengaku tak pernah bertanya kepada seseorang terkait pertanyaan 'kapan nikah' dan 'kapan punya anak'.
"Saya belum pernah nanya kapan nikah, kapan punya anak. Karena itu bisa menyakiti hati orang lain," ujarnya saat menjawab pertanyaan jemaah yang ditayangkan di YouTube Ustadz Kita Semua.
Jika ada teman atau sanak saudara yang belum menikah namun teman seusianya sudah menikah lebih dahulu, maka dukungan harus diberikan kepadanya.
Pendakwah kelahiran tanah Sumatera Utara ini mengimbau untuk membantu teman-teman yang belum juga menikah.
Baca juga: Peringatan Hari Kartini 2021: DP3A Sulteng Gelar Lomba TikTok Bertema Cegah Nikah Dini
"Kalau ada teman yang belum menikah, tolong dia sampai menikah. Jangan ditanya 'kapan nikah' terus," ungkapnya dalam ceramah tersebut.
Ia juga mengatakan, bagi seseorang yang bertanya 'kapan nikah' dan 'kapan punya anak' sama saja bertanya 'kapan mau mati'.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palu/foto/bank/originals/ilustrasi-keputusan-menikah.jpg)