Breaking News:

Sidang Kasus Qidam

Gugatan Ditolak Hakim, Curhatan Ayah Qidam: di Mana Letak Keadilan Itu?

Gugatan perdata yang diajukan keluarga Qidam Alfariski melalui Tim Pembela Muslim (TPM) Sulawesi Tengah ditolak Pengadilan Negeri Palu Kelas IA.

TRIBUNPALU.COM/FANDY
Ayah kandung Qidam Alfarizki Mofance, Irwan Mofance usai menyaksikan putusan hakim Pengadilan Negeri Palu, Kamis (3/6/2021) sore. 

Laporan Wartawan TribunPalu.com, Fandy Ahmat

TRIBUNPALU.COM, PALU - Gugatan perdata yang diajukan keluarga Alm Qidam Alfarizki Mofance melalui Tim Pembela Muslim (TPM) Sulawesi Tengah ditolak Pengadilan Negeri Palu Kelas IA, Kamis (3/6/2021) sore.

Gugatan ditujukan kepada polisi atar dugaan pencemaran nama baik.

Penolakan ini membuat keluarga korban kecewa, malah sang Ibu pemohon sempat menangis histeris saat di luar persidangan. 

Ayah Qidam, Irwan Mofance mengatakan, keputusan PN Palu telah menghambat peluang penuntasan pelanggaran hak asasi manusia (HAM) terhadap anak sulungnya. 

"Hukum di negara ini seolah tidak berfungsi sebagaimana mestinya, di mana letak keadilan itu?," ucap Irwan, Jumat (3/6/2021) pagi.

Baca juga: Cara Penuhi Kebutuhan Nutrisi Anak dengan Metode Jam Makan Serat

Baca juga: Fahri Hamzah Jika Jadi Presiden Akan Suruh KPK Berantas Korupsi dalam 5 Tahun: Pakai Otak Bukan Otot

 Ia menambahkan, pihak keluarga tidak puas dengan keputusan majelis hakim dan terus mencari keadilan untuk membuktikan jika Qidam tidak bersalah. 

"Jika anak saya menjadi korban salah tembak, tetapi kenapa di tubuhnya banyak luka tusuk dan sayatan. Bisa jadi anak saya dianiaya dulu kemudian dibunuh," kata Irwan. 

Qidam (20) warga Desa Tambarana, Kabupaten Poso, tewas tertembak peluruh oknum Satgas Tinombala karena dikira sebagai pelaku teroris pada 9 April 2020.

Menyikapi putusan tersebut, penasehat hukum keluarga Qidam dari Tim Pembela Muslim (TPM) Sulawesi Tengah rencananya bakal mengajukan banding. 

Baca juga: Gangguan Mental Dapat Picu Long Covid, Ini Penjelasan Dokter

Baca juga: Viral Pria Bakar Sate di Knalpot Lamborghini Hingga Tangki Air Meledak, Biaya Perbaikan Rp 1 Miliar

Ketua TPM Sulawesi Tengah Andi Akbar mengatakan, putusan hakim Pengadilan Negeri Palu tidak serta merta mengakhiri kasus Qidam

"Pasti kami akan mengajukan banding. Karena sampai saat ini tidak ada bukti bahwa Qidam itu teroris. Selama sidang, pengadilan juga tampak takut dan ragu menyebut Qidam sebagai pelaku teror dan layak dibunuh," ujar Akbar. (*) 

Penulis: fandy ahmat
Editor: Haqir Muhakir
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved