Breaking News:

Sulteng Hari Ini

Begini Cara Panitia Antisipasi Joki SMMPTN Untad 2021

Universitas Tadulako (Untad) bakal memperketat pengawasan untuk menghindari terjadinya praktik perjokian dalam proses SMMPTN 2021.

Penulis: fandy ahmat
Editor: Haqir Muhakir
Handover
Pelaksanaan ujian UTBK-SBMPTN di SMK Negeri 1 Palu Jl Raden Ajeng (RA) Kartini nomor 14, Kelurahan Lolu Selatan, Kecamatan Palu Selatan, Kota Palu tahun 2020. 

Laporan Wartawan TribunPalu.com, Fandy Ahmat

TRIBUNPALU.COM, PALU - Universitas Tadulako (Untad) bakal memperketat pengawasan untuk menghindari terjadinya praktik perjokian dalam proses Seleksi Mandiri Masuk Perguruan Tinggi (SMMPTN) 2021.

Panitia SMMPTN Untad Yutdam Mudin mengatakan, pihaknya akan melakukan berbagai langkah untuk menghindari atau meminimalkan peluang terjadinya perilaku tidak terpuji itu. 

"Kami akan gunakan metal detector untuk memeriksa barang bawaan peserta. Kemudian untuk pendaftaran kami menggunakan aplikasi yang mengacak," kata Yutdam, Minggu (6/6/2021). 

"Walaupun nanti ada sekelompok siswa yang didaftarkan, tetapi mereka akan terbagi dan tidak berada dalam satu ruangan. Hal-hal ini sudah kami antisipasi sejak awal," ucapnya menambahkan. 

Baca juga: VIDEO: Sampah Berserakan di Kilongan Permai Banggai, Curhat Lurah: Kesadaran Warga Sangat Kurang

Baca juga: Beasiswa Pendidikan Vokasi Dibuka, Rektor IAIN Palu: Ini Peluang Baik untuk Guru di Sulteng

Baca juga: Kolaborasi Tinombo Bersih, Gerakan Peduli Lingkungan di World Environment Day

Pendaftaran SMMPTN dibuka mulai besok sampai 26 Juni 2021 untuk program studi (prodi) jenjang strata satu (S1) dan diploma III (D3). 

Seleksi SMMPTN akan dilaksanakan mulai 12 - 13 Juli 2021 dan hasilnya diumumkan pada 27 Juli 2021.

Sebelumnya, pengawas ujian mendapati 4 peserta menggunakan jasa joki dalam Ujian Tulis Berbasis Komputer Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (UTBK-SBMPTN) Universitas Tadulako

Akibatnya, pelaku berinisial VO, AL, MAT dan IS peserta UTBK-SBMPTN dipastikan gugur setelah kepadatan menggunakan jasa joki untuk memperoleh jawaban. 

Dalam melancarkan aksinya, mereka menggunakan kaos dalam hitam, gawai, modem dan headset yang termodifikasi. 

Nantinya, kamera gawai menyorot soal pada layar monitor sehingga peserta tinggal menunggu arahan telepon dari sang joki yang tersambung melalui gawai. (*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved