Breaking News:

Apa Itu HIV-AIDS? Berikut Penyebab, hingga Penularannya

HIV adalah virus yang merusak sistem kekebalan tubuh. HIV yang tidak diobati dapat membunuh sel CD4 yang merupakan jenis sel kekebalan atau sel T.

Penulis: Nuri Dwi Yanti | Editor: Ananda Putri Octaviani
net
Ilustrasi HIV AIDS 

Tetapi memiliki HIV tidak berarti bahwa seseorang akan mengembangkan AIDS.

"Banyak orang berpikir seseorang dengan HIV seharusnya nampak sakit. Pemikiran ini yang akhirnya mendorong saya untuk membuktikan bahwa saya cukup sehat untuk menjadi pendonor," ungkap Nina Martinez kepada The Associated Press sebelum operasi. (sains.kompas.com)

Kasus HIV berkembang melalui tiga tahap:

  • Tahap 1: tahap akut, beberapa minggu pertama setelah penularan.
  • Tahap 2: latensi klinis, atau tahap kronis.
  • Tahap 3: AIDS.

Ketika HIV menurunkan jumlah CD4, sistem kekebalan melemah.

Jumlah CD4 orang dewasa pada umumnya adalah 500 hingga 1.500 per milimeter kubik.

Seseorang dengan jumlah di bawah 200 dianggap mengidap AIDS.

Seberapa cepat kasus HIV berkembang melalui tahap kronis bervariasi secara signifikan dari orang ke orang.

Tanpa pengobatan, penyakit ini dapat bertahan hingga satu dekade sebelum berkembang menjadi AIDS.

Dengan pengobatan, itu bisa bertahan tanpa batas.

Baca juga: Apa Itu Khitbah? Berikut ini Pengertian, Hukum, Jenis dan Perbedaannya dengan Tunangan dalam Islam

Baca juga: Apa Itu Gonore? Berikut Penjelasan serta Jenis-jenis Penyakit Menular Seksual

Beberapa cara penularan HIV dari orang ke orang, meliputi:

1) Melalui seks vaginal atau anal - jalur penularan paling umum.

2) Dengan berbagi jarum suntik, jarum suntik, dan barang-barang lainnya untuk penggunaan narkoba suntikan.

3) Dengan berbagi peralatan tato tanpa mensterilkannya diantara penggunaan.

4) Selama kehamilan, persalinan, atau persalinan dari orang hamil ke bayinya.

5) Menyusui.

6) Melalui 'premastication', atau mengunyah makanan bayi sebelum diberikan kepada buah hati.

7) Melalui paparan darah, air mani, cairan vagina, dan dubur, bahkan ASI dari seseorang yang hidup dengan HIV seperti melalui jarum suntik.

Ilustrasi HIV AIDS
Ilustrasi HIV AIDS (net)

HIV tidak menular melalui:

  • Kontak kulit ke kulit.
  • Berpelukan, berjabat tangan, atau berciuman.
  • Udara atau air.
  • Berbagi makanan atau minuman.
  • Air liur, air mata, atau keringat (kecuali bercampur dengan darah pengidap HIV)
  • Berbagi toilet, handuk, atau tempat tidur.
  • Nyamuk atau serangga lainnya.

Penting untuk dicatat bahwa jika seseorang yang hidup dengan HIV sedang dirawat dan memiliki viral load yang terus-menerus tidak terdeteksi, hampir tidak mungkin untuk menularkan virus ke orang lain.

(TribunPalu/Nuri Dwi)

Sumber: Tribun Palu
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved