Breaking News:

Universitas Tadulako

BKKBN Sulteng Gandeng Untad Cegah Stunting di Sulteng

Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) berharap Universitas Tadulako (Untad) ikut dalam pencegahan Stunting di 343 kampung KB.

Penulis: Nur Saleha | Editor: Dimas Adi Satriyo
TribunPalu.com/Handover
Ketua IPeKB Novin Maramis, Kebid P4 DP2KB Kota Palu I Komang GD Mulyantara, Deputi Lalitbang BKKBN RI Prof Rizal Martua Damanik, Kaper BKKBN Sulteng Maria Ernawati, staf Seksi BKR Santi, dan Staf Seksi BKR Nurlaila 

Laporan Wartawan TribunPalu.com, Nur Saleha

TRIBUNPALU.COM, PALU - Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) berharap Universitas Tadulako (Untad) ikut dalam pencegahan Stunting di 343 kampung KB.

Penyampaian itu pada saat kunjungan Deputi Bidang Pelatihan, Penelitian dan Pengembangan BKKBN Prof Muhammad Rizal Martua Damanik, didampingi Kepala BKKBN Sulteng Maria Ernawati di Untad, Rabu (16/6/2021)

Dalam kunjungan tersebut, rombongan BKKBN disambut Rektor Untad Prof Mahfudz beserta jajarannya.

Baca juga: Jl Cempedak yang Berlubang dan Bergelombang Akhirnya Diperbaiki

Baca juga: Rektor IAIN Palu Yakini Rusdi-Mamun Dapat Majukan SDM Sulteng

Baca juga: Perampokan 83 Juta Dengan Modus Pecah Kaca Mobil di Kota Palu, Begini Kronologinya

Rektor Untad Prof Mahfudz mengatakan, program Kampus Merdeka dan Merdeka Belajar saat ini sedang digalakkan menjadi sangat strategis dalam hubungan kerja sama yang terjalin dengan BKKBN.

"Sekarang ini sedang digalakkan Kampus Merdeka, Merdeka Belajar, olehnya BKKBN sangat strategis bagi anak-anak kami untuk berkontribusi kerja sama ini Insya Allah akan semakin kita galangkan," ungkapnya

Mahfudz menambahkan, untuk meningkatkan keberhasilan program berdasarkan target yang telah ditetapkan, BKKBN tentunya tidak bisa melakukannya sendiri.

Namun perlu dukungan dari banyak pihak, di antaranya dengan mitra perguruan tinggi atau lembaga penelitian.

Misalnya, Untad merupakan salah satu Universitas Negeri di Sulawesi Tengah yang berada di jajaran 30 besar PT terbaik di Indonesia dan terbaik ke dua di kawasan Timur Indonesia.

Setiap tahunnya BKKBN rutin mengalokasikan anggaran penelitian yang dalam pengeksekusiannya memerlukan mitra kerja.

Prof Muhammad Rizal Martua Damanik menjelaskan, pihaknya terbuka melaksanakan riset multiyear dengan 2 syarat yang mesti dipenuhi, salah satunya dapat menghasilkan keluaran (output) publikasi Karya Tulis Ilmiah (KTI) pada jurnal ilmiah nasional terakreditasi atau jurnal ilmiah internasional bereputasi.

Baca juga: BREAKING NEWS: Update Gempa M 6,1 Maluku, BMKG Minta Warga Jauhi Pantai, Ada Potensi Tsunami

“Syaratnya cuma dua untuk mendapatkan dana itu, pertama melibatkan anak-anak (pegawai bkkbn sulteng) karena mereka sudah beralih kejabatan fungsional. Kedua, outputnya artikel yang dipublikasi dalam jurnal terakreditasi bukan jurnal abal-abal," tegasnya.

Ia berharap kepada peserta kegiatan yang berasal dari kolega multi disiplin dari beberapa fakultas di Universitas Tadulako tersebut dapat mempererat hubungan kerja sama yang terjalin dibidang akademik meliputi pendidikan dan penelitian.

Rizal berharap Untad dapat berkontribusi pada 347 kampung Keluarga Berkualitas (Kampung KB) di Sulawesi Tengah, salah satunya dalam pencegahan stunting sehingga dapat menurunkan stunting diangka 14 persen di tahun 2024.

“Stunting di situ (Kampung KB) cukup tinggi, pernikahan usia anak cukup tinggi, infrastruktur masih perlu dibantu, saya berharap kita bisa bekerjasama melalui program KKN tematik, misalnya melalui hal-hal sederhana seperti perilaku hidup bersih dan sehat,” tuturnya.(*)

Sumber: Tribun Palu
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved