Minggu, 17 Mei 2026

Dihujani Roket Hamas hingga 20 Lokasi Terbakar, Kehancuran Israel Ternyata Sudah Diprediksi Einstein

Ilmuwan paling populer di dunia Albert Einstein ternyata telah memprediksi kehancuran Israel puluhan tahun silam.

Tayang:
afp
Serangan Israel ke wilayah Palestina. 

Beberapa korban tewas karena tembakan dan granat tangan yang dilemparkan ke rumah mereka. Ada juga laporan pemerkosaan, penyiksaan dan mutilasi.

Sebulan kemudian Inggris mengakhiri Mandat Palestina dan Israel lahir.

Surat yang diketik Einstein ditujukan kepada Shepard Rifkin, Direktur Eksekutif American Friends of the Fighters for the Freedom of Israel, yang berbasis di New York.

Kelompok itu awalnya didirikan untuk mempromosikan ide-ide anti-Inggris dari Stern Gang, dan mengumpulkan uang di "Negeri Paman Sam" untuk membeli senjata guna mengusir Inggris dari Palestina.

Rifkin pernah diberitahu oleh Benjamin Gepner, komandan yang mengunjungi AS, untuk mendekati Einstein dan meminta bantuannya.

Baca juga: Klasmen Euro 2020: Italia, Belgia, Belanda Dapat Tiket ke Fase Gugur

Baca juga: Hasil Euro 2020 - Diwarnai Drama VAR Ukraina Menang Tipis 2-1 Lawan Macedonia Utara

Baca juga: Aksi Gila Istri Polisi Saat Ketahuan Selingkuh, Malah Sengaja Berhubungan Intim di Hadapan Suami

Rifkin mau, tetapi setelah pembantaian Deir Yassin dia mendapat respons dalam 50 kata yang berisi prediksi kejatuhan Israel. Begini isinya:

Yang terhormat,

Ketika bencana nyata dan terakhir menimpa kita di Palestina, yang pertama bertanggung jawab untuk itu adalah Inggris dan yang kedua bertanggung jawab untuk itu adalah organisasi teroris yang dibangun dari barisan kita sendiri. Saya tidak ingin melihat siapa pun terkait dengan orang-orang yang disesatkan dan kriminal itu.

Hormat saya,

Albert Einstein.

Apakah Israel sudah mulai jatuh?

Ada banyak insiden sejenis Deir Yassin lainnya sejak Einstein mengecam langsung apa yang dilihatnya sebagai terorisme itu.

Middle East Monitor menulis, keruntuhan masyarakat tidak dapat dihindari dengan jatuhnya pemerintah secara terus-menerus, dan meningkatnya kekerasan yang sering disebabkan oleh perang dan bencana.

Israel sekarang telah menggelar empat pemilu hanya dalam waktu dua tahun, yang tidak mampu menghasilkan pemerintahan stabil.

Meski Naftali Bennett terpilih sebagai PM baru Israel, dia hanya menang tipis satu suara.

Di sisi lain Netanyahu yang kini menjadi oposisi, jelas tak mau menerima kekalahannya begitu saja.

Demikian informasi terkait prediksi Albert Einstein soal kejatuhan negara Israel. (*)

Artikel ini telah tayang di Tribun-Timur.com

Sumber: Tribun Timur
Halaman 3/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved