Apa Itu Migrain? Berikut Penjelasan, Gejala, serta Penyebab
Ternyata sakit migrain tidak bisa dianggap remeh. Oleh karena itu simak penjelasan, gejala, hingga penyebabnya.
Pada migrain dengan aura, aura terjadi setelah tahap prodromal.
Selama aura, Anda mungkin memiliki masalah dengan penglihatan, sensasi, gerakan, dan ucapan Anda.
Contoh masalah tersebut antara lain:
- kesulitan berbicara dengan jelas.
- merasakan sensasi tertusuk atau kesemutan di wajah, lengan, atau kaki Anda.
- melihat bentuk, kilatan cahaya, atau titik terang
kehilangan penglihatan untuk sementara.
Fase berikutnya dikenal sebagai fase serangan.
Ini adalah fase paling akut atau parah ketika rasa sakit migrain sebenarnya terjadi.
Pada beberapa orang, ini bisa tumpang tindih atau terjadi selama aura.
Gejala fase serangan dapat berlangsung dari jam ke hari.
Gejala migrain dapat bervariasi dari orang ke orang.
Beberapa gejala mungkin termasuk:
- Peningkatan kepekaan terhadap cahaya dan suara.
- Mual.
- Pusing atau merasa pingsan.
- Rasa sakit di satu sisi kepala Anda, baik di sisi kiri, sisi kanan, depan, atau belakang, atau di pelipis Anda.
- Sakit kepala berdenyut dan berdenyut.
- Muntah.
Baca juga: Apa Itu Podcast? Simak Pengertian, Sejarah hingga Cara Mudah Membuat Podcast
Baca juga: Apa Itu Virus Corona Delta?Benarkah Lebih Mudah Menular?Cek Gejala Virus Corona Varian Delta Di Sini
Setelah fase serangan, seseorang akan sering mengalami fase postdrome.
Selama fase ini, biasanya terjadi perubahan mood dan perasaan.
Ini bisa berkisar dari perasaan euforia dan sangat bahagia, hingga merasa sangat lelah dan apatis.
Sakit kepala ringan dan tumpul dapat bertahan.
Sakit migrain biasanya seperti sakit tumpul parah dan stabil.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palu/foto/bank/originals/pria-yang-mengalami-sakit-kepala.jpg)