Waspada! Ini 5 Dampak Arsenik bagi Kesehatan Manusia
Gejala keracunan arsenik meliputi mual dan muntah, batuk, diare, kram otot, nyeri perut, nyeri dada, serta kulit merah dan bengkak.
TRIBUNPALU.COM - Bahaya racun arsenik berupa berbagai gangguan kesehatan dapat terjadi jika terpapar racun ini dalam jangka panjang.
Arsenik adalah logam berat yang dapat ditemukan di air, udara, tanah, bahkan makanan.
Zat kimia ini sangat berbahaya karena siapa pun bisa terpapar tanpa menyadarinya.
Arsenik dibagi menjadi dua jenis, yaitu arsenik organik dan arsenik anorganik.
Baca juga: Bukan Hanya Tempe, Ikan Goreng MBG di Kota Palu Terbukti Mengandung Arsenik
Arsenik organik paling sering digunakan dalam pembuatan insektisida (pemberantas hama) dan herbisida (pembasmi gulma).
Sementara itu, arsenik anorganik dalam kadar rendah terkandung dalam tanah, tembaga, bijih timah, dan air.
Arsenik organik biasanya tidak beracun bagi manusia, kecuali jika paparannya dalam jumlah besar.
Sementara itu, arsenik anorganik sangat berbahaya bagi tubuh dan bisa menyebabkan keracunan arsenik.
Gejala keracunan arsenik meliputi mual dan muntah, batuk, diare, kram otot, nyeri perut, nyeri dada, serta kulit merah dan bengkak.
Baca juga: Keracunan Massal di Palu, Makanan Positif Arsenik Dapat Menyebabkan Masalah Pernapasan dan Jantung
Anda juga berpotensi terkena bahaya racun arsenik jika menghirup udara yang mengandung arsenik, merokok tembakau, atau tinggal di dekat kawasan industri dan tempat pembuangan sampah.
Dikutip dari laman Alodokter.com, paparan arsenik pada tubuh manusia biasanya terjadi melalui makanan, misalnya beras, dan air tanah
Bahaya Paparan Racun Arsenik bagi Kesehatan Tubuh
Terpapar arsenik, baik dalam jumlah banyak maupun sedikit, bisa berdampak buruk bagi kesehatan tubuh. Berikut ini adalah beberapa bahaya racun arsenik:
1. Meningkatkan risiko kanker
Penelitian menunjukkan bahwa paparan arsenik anorganik dalam jangka panjang atau dosis yang besar dapat meningkatkan risiko terkena bahaya racun arsenik berupa kanker paru-paru, kanker hati, kanker kulit, kanker darah, kanker kandung kemih, dan kanker prostat. Mengonsumsi air yang terkontaminasi arsenik diduga menjadi pemicu dari kanker ini.
Baca juga: Tempe MBG Palu Terbukti Mengandung Arsenik: Ancaman Serius bagi Hati dan Ginjal
2. Menyebabkan gangguan hormon
Meski dalam jumlah sedikit, paparan racun arsenik dapat mengganggu sistem endokrin. Jika sistem endokrin terganggu, peran hormon yang mengatur pertumbuhan dan perkembangan, fungsi jaringan, metabolisme, fungsi seksual dan proses reproduksi, serta mood juga dapat terganggu.
| Lewat Program JKN, Mujizat Temukan Harapan Sembuh dari Penyakit Hipertiroid |
|
|---|
| 966 Kasus HIV/AIDS Ditemukan dalam Lima Tahun Terakhir di Palu, Dinkes Gencarkan Pencegahan |
|
|---|
| Kasus HIV/AIDS di Palu Tembus 2.024, Dinkes Imbau Warga Berisiko Segera Periksa Diri |
|
|---|
| Kecamatan Marawola Kawal Pemutakhiran Data BPJS PBI, Pastikan Bantuan Tepat Sasaran |
|
|---|
| Bupati Banggai Kepulauan Fokus Benahi Layanan Darurat, Jejaring Ambulans Segera Dibentuk |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palu/foto/bank/originals/ILUSTRASI-ARSENIK.jpg)