Breaking News:

Apa Itu Fenomena Panic Buying? Simak Pengertiannya Menurut Ahli

Selama masa pandemi Covid-19 di Indonesia, muncul sejumlah fenomena panic buying dari masyarakat. Lantas, apa itu panic buying?

Tangkap Layar Twitter/ezash
Fenomena Panic Buying - Tangkapan layar video saat sejumlah pembeli berebut ingin membeli susu di supermarket 

Baik, itu  ekonomi, kesehatan, atau pun sosial.

Seperti, fenomena warga memborong susu beruang hingga obat Covid-19.

"Susu atau produk lain, seperti obat cacing, itu terjadi karena sistem pendukung kesehatan sudah tidak mampu berjalan lagi dengan normal (gagal)."

"Masyarakat melihat RS penuh, RS hanya akan menerima ketika seseorang sudah sakit parah."

"Untuk mengatasi kegagalan sistem itu, seseorang harus membuat jaring pengaman saya sendiri," katanya.

Sosiolog dari Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta, Drajat Tri Kartono.
Sosiolog dari Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta, Drajat Tri Kartono. (Istimewa)

Informasi Negatif

Sisi lain, kata Drajat, panic buying bisa timbul karena beredar informasi negatif di tengah masyarakat.

Di mana, tindakan memborong dalam waktu pendek itu akan menyebabkan barang menjadi langka.

Sehingga, antara permintaan dengan pasokan tidak seimbang.

"Informasi negatif dalam arti bukan kejelekan, tapi yang memprovokasi ini muncul."

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved