Breaking News:

Palu Hari Ini

5.088 Anak Mendaftar SMP di Tahun Ajaran Baru 2021

Sebanyak 5.088 anak terdaftar sebagai siswa baru Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kota Palu tahun ajaran 2021.

Penulis: Alan Sahrir | Editor: Haqir Muhakir
TRIBUNPALU.COM/ALAN SAHRIR
Kepala Bidang Pembinaan SMP Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Palu Ambotuwo 

Laporan Wartawan TribunPalu.com, Alan Sahril

TRIBUNPALU.COM, PALU - Sebanyak 5.088 anak terdaftar sebagai siswa baru Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kota Palu tahun ajaran baru 2021.

Kepala Bidang Pembinaan SMP Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Palu Ambotuwo mengatakan, jumlah tersebut lebih besar di bandingkan tahun kemarin.

Meski terlihat sepi dari pendaftar Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB), namun, tahun ini ternyata lebih banyak.

"Persentase pendaftar tahun ini mengalami peningkatan dari tahun kemarin, dimana kita lihat aktifitas pendaftaran seperti sepi tapi ternyata lebih besar minat jumlah siswa tahun ini," kata Ambotuwo kepada TribunPalu.com di ruang kerjanya Jl Bantilan, Kelurahan Lere, Kecamatan Palu Barat, Kota Palu, Sulawesi Tengah, Selasa (13/7/2021) siang.

Ambotuwo menambahkan, saat ini sudah tidak ada lagi sekolah favorit.

Sehingga pendaftar sekolah sudah menggunakan sistem zonasi.

Baca juga: Fakta-fakta Wacana Perpanjangan PPKM Darurat hingga 6 Minggu: Dibantah Pemerintah hingga Dampaknya

Baca juga: Fakta-fakta Pemakaman Peti Kosong, Jenazah Pasien Covid-19 Tertinggal di RS: Peti Terasa Berat

Di mana bagi warga berdomisili maka di arahkan untuk bersekolah di situ

"Sesuai dengan Permendikbud dan SK Wali Kota berbasis kelurahan maka tidak bisa di paksakan untuk bersekolah di luar zonanya," jelasnya.

Ambotuwo menjelaskan, tujuan dari sekolah sistem zonasi ialah untuk menghadirkan pemerataan akses pada layanan pendidikan, serta pemerataan kualitas pendidikan nasional.

Sistem zonasi sendiri berlaku dua tahun lalu dengan terbitnya Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan nomor 51 tahun 2018.

"Pada sistem zonasi, ditargetkan akan mengubah paradigma di mana anak-anak terbaik tidak perlu mencari sekolah terbaik yang berlokasi jauh dari tempat tinggalnya. Sejauh penerapannya, sistem zonasi PPDB diklaim mampu memberi implikasi terhadap kesiapan seluruh sekolah dengan mutu yang setara sekolah unggul atau sekolah favorit," jelasnya. (*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved