Breaking News:

Palu Hari Ini

Warga Kelurahan Duyu Selesaikan Masalah dengan Hukum Adat, Terlapor Digivu 2 Ekor Kambing

Lembaga Adat Vatungguni Kelurahan Duyu menghadirkan dua warga yang berselisih dalam Sidang Adat, Minggu (18/7/2021) siang.

Penulis: Alan Sahrir | Editor: Haqir Muhakir
Handover
Sidang Adat Vatungguni di ruang Bantaya Kelurahan Duyu, Kecamatan Tatanga, Kota Palu, Sulawesi Tengah, Minggu (18/7/2021). 

Laporan Wartawan TribunPalu.com, Alan Sahril

TRIBUNPALU.COM, PALU - Lembaga Adat Vatungguni Kelurahan Duyu menghadirkan dua warga yang berselisih dalam Sidang Adat, Minggu (18/7/2021) siang.

Lurah Duyu Ahmad Fauzan mengatakan, terdapat dua warganya sedang bersilisih paham, sehingga diselesaikan secara adat Vatungguni.

Kegiatan tersebut di gelar di ruang Bantaya Kelurahan Duyu, Kecamatan Tatanga, Kota Palu, Sulawesi Tengah.

"Saya menghadiri pelaksanaan sidang adat oleh lembaga adat Vatungguni terkait laporan warga RW 05 yang berselisih paham," kata Ahmad Fauzan kepada TribunPalu.com.

Ahmad Fauzan menuturkan, ada salah paham saja, dimana terlapor mendatangi rumah pelapor sembari mengancam.

Baca juga: Cara Unik Warga Kelurahan Duyu Palu Gelar Pemilihan Ketua RT di Masa PPKM

Baca juga: Identitas Satu Teroris Poso Tewas Tertembak di Parigi Moutong Terungkap

Setelah dimediasi bhabinkamtibmas dan pihak kelurahan, warga tersebut memilih melapor ke lembaga adat agar ada sanksi.

"Setelah mendengarkan keterangan dan kesaksian dalam persidangan adat, Lembaga Adat Vatungguni Kelurahan Duyu menjatuhkan sangsi Givu (denda, red) dua ekor kambing terhadap To Salah (terlapor,red)," ujarnya.

Ahmad Fauzan menyebut, terlapor pun menyanggupi sangsi yang telah diberikan oleh pihak adat Vatungguni tersebut.

"Sidang ditutup dengan suasana kekeluargaan dan penuh kedamaian," sebut Ahmad Fauzan.

Ahmad Fauzan menjelaskan, lembaga adat Vatungguni merupakan pilar pemerintahan Kelurahan Duyu dalam menyelesaikan berbagai permasalahan dan konflik di tingkat Kelurahan Duyu dengan mempertimbangkan kearifan lokal.

Baca juga: Polisi Ambil Sample DNA Keluarga 2 Jenazah Teroris Poso yang Tewas Pekan Lalu

Selain itu, adat Vatungguni sebagai wadah pelestarian adat Kaili bersama pemerintah kelurahan dan tokoh agama serta kelembagaan masyarakat setempat.

"Sudah berbagai kasus di selesaikan oleh lembaga adat Vatungguni, baik jalur damai tanpa sangsi (givu, red) ataupun damai dengan penjatuhan sangsi (givu,red)," sebutnya. (*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved